



Salah seorang warga setempat Ahmad Wandri mengatakan, SMP PGRI di Tumbang Sangai ini terancam tutup karena sebagian pelajar sudah mengurus surat pindah ke sekolah lain. Ini disebabkan karena empat tenaga pengajar yang berstatus honorer termasuk kepala sekolahnya memilih berhenti mengajar di sekolah setempat.
Kondisi ini membuat peroses belajar mengajar tidak berjalan lagi. Karena tenaga pengajat beralasan upah atau gajih guru honorer perbulannya tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup.