Duh, 793 Pengendara Ditilang Selama Operasi Zebra di Kobar

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Operasi Zebra Telabang resmi tuntas dilaksanakan pada Selasa (14/11/2017) . Dari hasil giat operasi ini, tercatat sebanyak 793 pengendara yang terjaring dan dikenakan tilang oleh petugas Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kobar, karena melakukan pelanggaran lalu lintas.

Diantaranya tidak memiliki surat menyurat kendaraan saat mengendarai kendaraannya, seperti surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK). Disamping itu juga mengendarai kendaraan yang tidak dilengkapi spion, serta menggunakan helm.

“Rincian pelanggaran  dari total 793 itu, yakni tidak memiliki SIM sebanyak 117, tidak memiliki STNK sebanyak 522, dan sisannya tidak memiliki kelengkapan kendaraan sebanyak 154,”ujar Kasatlantas AKP Asdini Pratama kepada sejumlah awak media saat pres release di Swissbelinn Hotel Pangkalan Bun Rabu (15/11/2017).

Asdini menjelaskan, dari total 793 pengendara yang terjaring tersebut. Paling banyak didominasi pelanggaran oleh pengendara roda dua. Sisanya pengendara roda empat dan enam. “Giat ini sebelumnya tidak bisa maksimal kita laksanakan. Karena terkendala cuaca yakni seringnya hujan. Sehingga operasi dilapangan menjadi terganggu,”papar Asdini.

Diterangkannya, dari jumlah pengendara yang terjaring ini, Satlantas Polres Kobar berada diperingkat dua di Kalteng paling banyak menjaring pengendara, setelah Satlantas Polres Kotim. Sementara dari hasil tersebut, jumlah pelanggaran di Kobar naik dibandingkan operasi yang digelar tahun sebelumnya. Karena hasil operasi tahun sebelumnya, jumlah pengendara yang terjaring hanya mencapai 600 lebih.

“Meningkatnya jumlah pelanggar ini, menjadi catatan kita. Sehingga ke depan proaktif untuk melakukan giat sosialisasi dan juga pencegahan dengan melakukan penertiban di lapangan melalui giat rutin,”beber Asdini.

Ditambahkan Asdini, selama melaksanakan giat operasi tersebut, pihaknya hanya menemukan satu kejadian kecekaaan lalu lintas (Lakalantas). Yakni tewasnya warga pejalan kaki yang mengalami gangguan jiwa di Jalan Pasanah Kelurahan Madurejo. Kejadian ini kata dia, sudah ditangani anggotanya, dan saat ini sopir truk telah diamankan dan dikenakan hukuman sesuai dengan kesalahannya. Sementara korban, setelah mayatnya di evakuasi ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, hari ini langsung dimakamkan di TPU SKIP. (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here