Wabup Tegaskan Penderita Gangguan Jiwa Segera Didata

KUALA PEMBUANG, Kaltengekspres.com – Wakil Bupati (Wabup) Seruyan Yulhaidir menegaskan kepada instansi terkait agar segera melakukan pendataan terjadap warga penderita gangguan jiwa yang ada di Kabupaten Seruyan.

“Penderita gangguan jiwa ini perlu didata supaya nanti biaya penanganannya bisa dialokasikan oleh Pemerintah Daerah ke dalam anggaran kegiatan Dinas Sosial (Dinsos),” ungkap Yulhaidir Jum’at (27/10/2017).

Wabup yang juga mantan Anggota DPRD Seruyan ini mengatakan, penderita gangguan jiwa berhak mendapatkan pelayanan dan perlindungan dari pemerintah sebagaimana warga lainnya. Sehingga, pihaknya menginginkan nantinya ada alokasi anggaran khusus digunakan untuk penanganan orang gila, mulai dari biaya makan, transportasi hingga biaya pengobatan ke rumah sakit jiwa.

Menurutnya, selama ini warga yang mengalami gangguan kejiwaan yang tersebar di berbagai kecamatan di Seruyan belum dapat tertangani dengan baik. Hal itu disebabkan karena tidak adanya anggaran khusus bagi penanganan orang gila yang berada di Dinsos.

“Pemkab Seruyan sebenarnya mempunyai dana bantuan sosial (Bansos) untuk membantu masyarakat yang sedang kesulitan, misalnya saja untuk keperluan berobat warga miskin termasuk untuk membantu biaya penanganan orang gila,” katanya.

Namun, terang dia, dana Bansos yang ada sangat sulit diakses dan prosesnya dikeluarkannya memerlukan waktu yang cukup lama, sementara penanganan orang gila terkadang harus dilakukan segera karena dianggap sudah meresahkan warga lainnya.

“Karena itu dengan adanya pendataan, kita bisa mengajukan anggaran sehingga warga penderita gangguan jiwa, terutama dari kalangan yang tidak mampu bisa dibantu untuk segera ditangani,” jelasnya.

Sementara, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Seruyan Mujiyem menjelaskan, untuk sementara, Dinsos telah mendata penyandang disabilitas atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang tersebar di berbagai kecamatan di Seruyan sebanyak 94 orang.

“Dari jumlah tersebut 25 orang di antaranya sudah direhabilitasi ke sejumlah rumah sakit jiwa di Palangka Raya dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan serta ke poli jiwa Rumah Sakit dr Murjani Sampit Kotawaringin Timur dan poli jiwa RSUD Kuala Pembuang,”ujarnya. (vs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here