Home / Barito / Daerah

Jumat, 8 September 2017 - 22:27 WIB

Warga Ancam Ambil Alih Lahan PT AGU

MUARA TEWEH, Kaltengekspres.com – Sengketa lahan di PT Antang Ganda Utama (PT. AGU) terus berpolemik.  Warga di tujuh desa di Kecamatan Gunung Timang mengancam akan mengambil alih lahan perkebunan kelapa sawit perusahaan tersebut, jika tidak ada kesepakatan dalam perjanjian 9 Mei 2017 lalu.

Masyarakat menuntut komitmen perusahaan sawit itu, untuk  menyerahkan lahan seluas 3.810 hektar, baik di dalam maupun di luar hak guna usaha (HGU). Sebab, dari beberapa kali rapat terjadi jalan buntu atau deadlock.

Pasalnya, terindikasi PT AGU hanya  menyetujui ratusan hektar dari ribuan hektar lahan yang masuk di tujuh desa itu. Diantaranya, desa Kandui, Majangkan, Walur, Baliti, Ketapang, Rarawa dan Malungai.

Ketua Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia Wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah sekaligus juru bicara warga tujuh desa itu, Saprudin S Tingan menegaskan, pihaknya bakal mengambil alih lahan seluas 3.810 hektare yang masuk wilayah dari tujuh desa.

Baca Juga :  Bupati Barut Salurkan Bantuan Alat Damkar

“Apabila PT AGU tak memenuhi kesepakatan 9 Mei 2017, maka kita akan ambil alih lahan seluas 3.810 hektare yang masuk wilayah tujuh desa di Kecamatan Gunung Timang. Ini kami sampaikan karena ada indikasi pihak PT AGU hanya menyetujui sekitar 571 hektare saja,” ujar Kotin, Jumat (8/9) sembari mengatakan janji mereka ker KK akan diberi 2 hektar.

Malah menurutnya,  terakhir kali pertemuan dengan pihak desa, bahwa PT AGU hanya menyerahkan seluas 571 hektare di wilayah Desa Majangkan dan Baliti tepatnya di Geronggong.

Baca Juga :  Pemkab Seruyan Raih 3 Piagam Penghargaan Kemenpan RI

Dikatakannya, PT AGU telah melayangkan surat kepada pihak-pihak terkait yang ditandatangani oleh General Manager Norman Putra. Isi surat berupa undangan untuk menghadiri rapat pada 12 September 2017, di Kantor Kebun Kandau Km 12 dengan agenda membicarakan tuntutan realisasi kesepakatan 9 Mei 2017.

“Kami siap beradu data dengan PT AGU, karena selama 14 tahun PT AGU membodohi masyarakat dengan berlindung dibalik HGU ilegal,” tandasnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Humas PT AGU Said Abdullah tidak ada jawaban, telpon yang dituju hanya terdengar nada tidak aktif. Namun kepada wartawan ia berjanji  akan segera memberikan jawaban.(Ni)

Share :

Baca Juga

Kotim

Begini Cara Persit Memberi Semangat Satgas TMMD

DPRD Kotim

Belum Selesai Dikerjakan, Jalan Seranau Tenggelam Direndam Banjir

Kobar

Tak Taat Pajak Walet, Satpol PP Siapkan 30 Spanduk Peringatan Tegas

Kotim

Disabet Sajam Begal, Bahu Wanita Muda Ini Terluka

Kobar

Mulai Hari Ini, Seluruh Maskapai Harus Menurunkan Harga Tiket Pesawat

Kobar

Kaget, Pengendara Ini Tewas Lakatunggal

Katingan

Satlantas Sosialisasi Kamseltibcarlantas 

Hukum Kriminal

Tiga Pengedar Sabu Katingan Ditangkap Polisi