Home / Kobar

Jumat, 8 September 2017 - 19:01 WIB

DPRD Dorong Polisi Usut Penyalahgunaan Gas LPG di Kobar

PANGKALAN BUN, Kaltengekspres.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendorong pihak Polisi Resor (Polres) Kobar, untuk mengusut penyalahgunaan gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) di Kabupaten Kobar.
Pasalnya, akibat ulah spekulan tersebut, diindikasi menjadi penyebab kelangkaan gas elpiji sehingga berdampak melonjaknya harga jual gas tersebut saat ini.  Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD Kobar Triyanto kepada sejumlah awak media Jumat (8/9).

Triyanto mengatakan, sebenarnya saat ini di Kobar tidak ada pengurangan jumlah distribusi gas elpiji ukuran 3 kg. Hal itu telah dipertegas oleh PT Pertamina, dan agen serta pangkalan.

“Informasi yang kita dapat dari pendistribusi di Palangka Raya, penyaluran gas elpiji ini normal di hari kerja. Jika hari libur, pendistribusiannya ke Kobar juga diliburkan. Sedangkan ntuk jumlah kouta tidak pernah dikurangi melainkan tetap,”ujar Triyanto.

Baca Juga :  Miris! Baru Terpilih di Pilkades Serentak, Kades Batuah Dipolisikan, Lantaran Aniaya Warganya
Untuk itu lanjut Triyanto, siapa oknum yang menjadi penyebab kelangkaan dan naiknya harga jual gas elpiji ini, perlu diselidiki. Karena mustahil, kouta tidak dikurangi dan penyalurannya tetap normal kecuali hari libur. Namun di lapangan masyarakat sulit mendapatkannya, walaupun ada harganya melambung tinggi diatas harga eceran tertinggi (HET).

“Karena itu kita menduga bisa ada spekulan yang bermain. Pasalnya, seharusnya satu kepala keluarga (KK) bisa mendapatkan satu. Ini malah sekarang bisa beli 2 sampai 3, bahkan lebih gas elpiji. Untuk itu perlu diselidiki, apakah dipakai sendiri atau malah dijual lagi ke pengecer,”papar Triyanto.

Karena itu dirinya mendorong pihak kepolisian untuk menelusuri permainan spekulan tersebut. Sehingga penyaluran gas elpiji 3 kg di Kobar bisa berjalan normal seperti biasanya dan benar benar tepat sasaran.

“Kita juga tentunya berharap masyarakat Kobar yang ekonomi lnya mampu untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg. Melainkan yang 5 kg. Karena gas ukuran 3kg ini, peruntukannya bagi warga yang kurang mampu,”tandas Triyanto. (hm)

Share :

Baca Juga

Kobar

Kantongi Izin Seruyan,Tambang Galena Ini Diduga Nekat Beroperasi di Wilayah Kobar

Kobar

Usai Menjenguk Kebun, Warga Mendawai Menghilang

Kobar

Dibobol Pencuri, SMPN 10 Arsel Kehilangan Komputer dan Mesin Genset

Kobar

Razia Tim Gabungan Jaring Enam Orang Pengguna Narkoba

Kobar

Tragis.. Siswa SMK Tewas Gantung Diri

Kobar

Kobar Buka Rute Penerbangan Pangkalan Bun-Surabaya

Kobar

PT BJAP Ikut Bangun Jalan Antar Desa di Aruta

Kobar

TRAGIS!! Sopir Truk Tewas Dalam Keadaan Menyetir
error: Content is protected !!