Polres Kobar Tetapkan 12 Tersangka Karhutla

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.comJajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kotawaringin Barat (Kobar) merilis 12 tersangka pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar, Kamis (26/9/2019). Dari 12 orang ini, dua diantaranya seorang nenek dan ibu rumah tangga.

Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait mengatakan, sebanyak 12 tersangka ini ditangkap dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, yakni Maret dan Agustus serta September 2019.

“Dari 12 tersangka ini, ada 2 perempuan dan 10 laki laki. Mereka ini awalnya membakar kebun milik pribadi. Namun karena cuaca panas akhirnya merembet ke mana mana,” ungkap Kapolres.

Kapolres menjelaskan, sebanyak 12 tersangka tersebut mayoritas beberumur 32-67 tahun. Dua di antaranya merupakan seorang nenek dan ibu rumah tangga. Kasus mereka diungkap Polsek Kotawaringin Lama, Polsek Kumai dan Polsek Arut Selatan.

“Para tersangka yakni, MI (38) warga Mendawai Seberang, SL (57) warga Mendawai, HD (67) warga Kumai, JM (51) warga Kolam, HD (55) warga Kumai Hulu, HR (40) warga Madurejo, MA (56) warga Arsel, SW (50) warga Kolam, GM (53) warga Kolam, AH (32) warga Arsel dan ibu SN (44) warga Sidorejo serta seorang nenek PN (64) warga Madurejo,” papar Arie Sandy.

Sementara lahan yang dibakar para tersangka lanjut dia, mencapai sekitar 80-85 hektare. “Dari 12 tersangka itu, satu tersangka sudah tahap 2, satu tersangka dalam tahap sidik dan 10 lainnya sudah tahap 1,” bebernya.

“Dari ke 12 tersangka kita jerat pasal yang berbeda beda. Ada yang kita jerat Undang-Undang (UU) Lingkungan, UU perkebunan, UU Kehutanan dan ada juga yang kita kenakan KUHP pasal 187, dengan ancaman hukumannya ada yang 5 tahun dan 15 tahun,” tambah Arie.

Baca Juga :  Polda Gagalkan Penyeludupan 30 Gram Sabu Lewat Biro Jasa Ekspedisi di Kobar

Dari para pelaku ini, pihaknya mengamankan barang bukti cangkul, parang, korek api gas, kayu sisa pembakaran dan abu serta botol berisi minyak tanah.

“Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat Kobar lainnya untuk tidak membakar lahan ssmbarangan. Seban sanksi hukumnya sudah jelas,” tandasnya. (yus