Pemkab Kotim Koordinasi PLN untuk Tekan Pemadaman Listrik

Bupati Kotim Halikinoor saat diwawancarai awak media. (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat koordinasi dengan PLN sebagai upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik dan menekan frekuensi pemadaman yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Langkah tersebut dilakukan mengingat listrik menjadi kebutuhan vital yang menopang aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah telah berkomunikasi langsung dengan jajaran pimpinan PLN untuk mendorong peningkatan pemeliharaan jaringan serta percepatan penanganan apabila terjadi gangguan. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kelancaran berbagai layanan kepada masyarakat.

“Berdasarkan penjelasan dari PLN, pemadaman yang sering terjadi belakangan ini lebih banyak disebabkan faktor nonteknis, seperti pohon tumbang maupun gangguan satwa, termasuk monyet yang mengenai jaringan listrik,” kata Halikinnor, Selasa (7/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, gangguan yang memicu pemadaman sebagian besar bukan berasal dari pembangkit listrik, melainkan dari jaringan distribusi. Kondisi tersebut membuat upaya pemeliharaan jalur distribusi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi gangguan.

Karena itu, Pemkab Kotim meminta PLN meningkatkan inspeksi dan pemeliharaan jaringan secara berkala, terutama pada titik-titik yang rawan terdampak pohon tumbang atau gangguan lainnya. Pemerintah daerah juga berharap setiap laporan gangguan dapat ditindaklanjuti secara cepat agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan PLN agar penanganannya lebih maksimal, karena pemadaman ini berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, hingga pelayanan publik. Saya juga mengimbau masyarakat agar mendukung pemangkasan dahan atau pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan,” ujarnya.

Menurut Halikinnor, pemadaman listrik yang terjadi berulang memberi dampak luas terhadap aktivitas ekonomi. Sejumlah pelaku usaha yang mengandalkan mesin produksi harus menghentikan operasional ketika listrik padam. Selain mengurangi produktivitas, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan kerugian akibat terganggunya proses produksi dan risiko kerusakan peralatan elektronik.

Dampak serupa juga dirasakan sektor pelayanan publik. Meski sejumlah fasilitas pemerintah telah dilengkapi generator set (genset), perpindahan sumber listrik dari jaringan utama menuju genset membutuhkan waktu sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap mengalami gangguan sesaat.

“Begitu listrik padam, sistem otomatis membutuhkan waktu sebelum genset beroperasi. Dalam masa transisi itu pelayanan tentu ikut terganggu, meskipun hanya beberapa saat,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pemkab Kotim juga mengajak masyarakat mendukung pemeliharaan jaringan listrik dengan memberikan akses kepada petugas PLN untuk melakukan pemangkasan pohon atau ranting yang berpotensi mengganggu jaringan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kotim. (to)

Berita Terkait
<