Bupati Gumas Tegaskan ASN Pelayan Masyarakat, Bukan untuk Dilayani

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong ketika memberikan arahan dalam suatu kegiatan, belum lama ini. (Foto :Ra)

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tidak terjebak dalam sikap eksklusif, arogan, serta merasa sebagai kelompok elite yang berjarak dengan rakyat.

“ASN itu pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani. Jangan membangun jarak dan bersikap eksklusif. Harus hadir di seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegas Jaya, Rabu (1/7).

Menurutnya, jabatan dan status sebagai ASN bukan simbol kehormatan untuk meninggikan diri, tetapi amanah besar yang harus dipertanggung jawabkan, melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Mari rapatkan barisan dan kerja dengan semangat. Singkirkan ego sektoral. Bangun Kabupaten Gumas ini dengan kasih, integritas dan kerja keras,” tegas Jaya.

Mengingat ASN lanjut dia, merupakan garda terdepan wajah pemerintah di tengah masyarakat. Untuk itu, setiap tindakan, sikap dan pelayanan yang diberikan akan merupakan cerminan kualitas pemerintahan di mata publik.

“Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tidak hanya dibangun melalui program pembangunan, tetapi juga lahir dari perilaku ASN yang santun, profesional, cepat, transparan dan berkeadilan dalam memberikan pelayanan publik,” jelasnya.

Sekarang ini, tantangan pembangunan Kabupaten Gumas ke depan akan semakin kompleks, sehingga daerah perlu ASN yang bukan hanya unggul dalam kemampuan administrasi, tapi juga memiliki empati sosial, kepekaan terhadap persoalan masyarakat, integritas yang kuat serta semangat pengabdian yang tulus.

“Jadilah ASN yang membumi, bekerja dengan hati, dan selalu kedepankan kepentingan masyarakat di atas segalanya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa reformasi birokrasi di Gumas tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja, tapi juga pada perubahan karakter aparatur agar semakin humanis, profesional, berintegritas dan benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat

“Budaya birokrasi yang melayani harus menjadi identitas seluruh ASN. Tidak boleh ada mentalitas ingin dilayani ataupun merasa lebih tinggi dari masyarakat,” pungkasnya. (Ra)

Berita Terkait
<