



KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Tiga kepala keluarga (KK) yang jadi korban kebakaran tiga unit rumah di Jalan A Runting Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun, di Bulan Juni 2025 lalu, menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas).
“Tiga KK penerima bantuan itu yakni Rusiniwati, Eva Hiranty dan Derwan Priatno,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gumas Karya, Selasa (23/6/2026).
Ia menyampaikan, ketiga KK korban kebakaran itu menerima bantuan dasar berupa uang tunai masing-masing Rp2,5 juta. Lalu juga ada bantuan tambahan yang disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah, yakni Rp7,5 juta untuk kategori yang rusak berat dan Rp1,5 juta rusak ringan.
“Untuk Rusiniwati menerima total bantuan Rp10 juta karena rumahnya mengalami rusak berat. Kemudian Eva Hiranty dan Derwan Prianto yang rumah rusak ringan, menerima bantuan total masing-masing Rp4 juta,” terangnya.
Sebelum bantuan uang tunai ini disalurkan, kata dia, hanya berselang 1-2 hari pasca peristiwa kebakaran, BPBD Kabupaten Gumas sudah lebih dulu bergerak cepat dengan menyerahkan bantuan logistik kepada para korban.
“Sejak awal kejadian, kami sudah salurkan bantuan logistik sebagai langkah tanggap darurat. Kemudian disalurkan juga bantuan lanjutan sebagai bentuk perhatian pemerintah ke warga terdampak,” ujarnya.
Dia mengakui, pemberian bantuan ini berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbup) Gumas Nomor 30 Tahun 2022 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Korban Bencana Alam dan Bencana Non Alam serta Tata Cara Pertanggungjawabannya.
“Dengan berpedoman pada aturan, maka proses penyaluran dapat dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Gumas Jaya Samaya Monong mengatakan, penyaluran bantuan itu menjadi wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi cobaan berat akibat kehilangan tempat tinggal dan harta benda karena amukan si jago merah.
“Nilainya memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan kerugian yang dialami korban kebakaran. Tapi kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta membantu para korban untuk bangkit kembali,” jelasnya.
Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas akan terus berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana, sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya bantuan itu, kami berharap dapat membantu para korban kebakaran, sehingga segera bangkit untuk melanjutkan aktivitas serta kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadi kebakaran rumah yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan dan menimbulkan kerugian besar, terutama dengan memastikan instalasi listrik dan penggunaan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.
“Saya tidak menyalahkan siapa pun ketika terjadi kebakaran, karena musibah adalah sesuatu yang tidak diinginkan. Namun yang terpenting adalah bersama tingkatkan kewaspadaan dan langkah pencegahan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tukasnya. (ar)