Waspada, 66 Kasus Suspek HFMD ditemukan di Kotim

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan menunjukkan langkah cepat dan responsif dalam menghadapi temuan kasus suspek Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura yang mulai terdeteksi di sejumlah wilayah.

Hingga Minggu ke-24 Tahun 2026, tercatat 66 kasus suspek HFMD di berbagai puskesmas di Kotim. Kasus terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Baamang 2 dengan 18 kasus, disusul Baamang 1 dan Cempaga Mulia masing-masing 10 kasus, serta Ketapang 1 dengan sembilan kasus.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa temuan ini langsung direspons dengan penguatan langkah kewaspadaan dini, edukasi kesehatan, serta peningkatan peran puskesmas dalam pemantauan di lapangan.

Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk mengenali gejala sejak dini dan melakukan pencegahan penularan di lingkungan keluarga.

“HFMD merupakan penyakit yang penularannya sangat cepat, sehingga peran keluarga menjadi kunci utama dalam pencegahan. Edukasi terus kami perkuat agar masyarakat lebih sigap dan tidak panik,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, HFMD umumnya menyerang anak-anak usia di bawah 10 tahun dan dapat menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung, seperti air liur, percikan batuk dan bersin, cairan lepuh, hingga benda yang terkontaminasi.

Meski demikian, sebagian besar kasus bersifat ringan dan dapat sembuh dengan penanganan yang tepat. Pemerintah daerah memastikan layanan kesehatan di seluruh puskesmas siap memberikan penanganan awal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pemkab Kotim juga mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai aktif menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak berbagi alat makan dan minum.

Langkah ini dinilai penting dalam memperkuat sistem pencegahan berbasis keluarga dan komunitas, sehingga potensi penyebaran dapat ditekan secara efektif.

Dinas Kesehatan Kotim juga mengingatkan agar anak yang sedang sakit untuk sementara tidak mengikuti aktivitas sekolah maupun bermain hingga benar-benar pulih, guna menjaga kesehatan bersama di lingkungan sekitar.

Pemerintah Kabupaten Kotim menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui langkah preventif, edukatif, dan kolaboratif, sehingga situasi tetap terkendali dan masyarakat tetap terlindungi secara optimal. (to)

Berita Terkait