Pemkab Kotim Turunkan Ekskavator Amfibi Atasi Pendangkalan Sungai Mentawa

Ekskavator Amfibi diturunkan Pemkab Kotim untuk mengatasi pendangkalan Sungai Mentawa, dengan melakukan pengerukan. (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan perkotaan Sampit. Salah satunya dengan melakukan penanganan pendangkalan Sungai Mentawa di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang melalui kegiatan normalisasi menggunakan alat berat ekskavator amfibi.

Pekerjaan normalisasi ini difokuskan pada ruas Sungai Mentawa di kawasan H.M. Arsyad hingga DI Panjaitan dengan panjang penanganan sekitar 1 kilometer. Kawasan tersebut diketahui mengalami penumpukan sedimen serta pertumbuhan vegetasi liar yang menyebabkan aliran air tidak lagi optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Jalan, Jembatan, dan Drainase Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Suhardiono, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga fungsi sungai sebagai saluran utama pengendalian air di wilayah perkotaan.

“Beberapa titik Sungai Mentawa mengalami pendangkalan dan tertutup rumput. Kondisi ini berpotensi menghambat aliran air saat curah hujan tinggi,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, normalisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan kapasitas sungai tetap mampu menampung debit air, terutama pada musim hujan yang kerap meningkatkan risiko genangan di sejumlah kawasan Kota Sampit.

Untuk mempercepat proses pekerjaan di lapangan, Pemkab Kotim menurunkan ekskavator amfibi yang memiliki kemampuan bekerja di medan berlumpur dan aliran air dangkal. Alat berat tersebut digunakan untuk mengangkat sedimen yang telah menumpuk di dasar sungai selama bertahun-tahun.

Suhardiono menjelaskan, kondisi kedalaman sungai yang tidak merata menjadi salah satu tantangan utama di lapangan. Di beberapa titik, aliran air melambat akibat endapan lumpur yang cukup tebal serta vegetasi yang kembali tumbuh menutup alur sungai.

“Sedimentasi terus terbentuk dan vegetasi kembali tumbuh. Ini yang kami buka kembali agar aliran air bisa kembali lancar,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan serupa sebenarnya telah dilakukan pada tahun 2024. Namun seiring waktu dan faktor alam, pendangkalan kembali terjadi sehingga diperlukan penanganan lanjutan secara berkala.

Selain Sungai Mentawa, Pemkab Kotim juga melakukan pembersihan saluran drainase di kawasan Jalan Kenan Sandan, Gang Haji Taufik. Pada lokasi tersebut, digunakan ekskavator mini untuk membersihkan endapan lumpur dan rumput yang menyumbat aliran air di saluran sekunder.

Langkah terpadu ini diharapkan dapat memperkuat sistem drainase perkotaan di Sampit, sehingga aliran air lebih lancar dan potensi genangan dapat ditekan secara bertahap.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa kegiatan normalisasi akan terus menjadi prioritas, terutama pada titik-titik rawan banjir di wilayah perkotaan, sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat. (to)

Berita Terkait