



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merespons cepat laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Desa Soren, Kecamatan Kota Besi, yang belakangan viral di media sosial. Sebagai langkah awal, Pemkab Kotim melalui dinas teknis memastikan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan guna memperoleh data yang komprehensif sebagai dasar penanganan lanjutan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim melalui Kepala Bidang Bina Marga, Nur Aina, mengatakan bahwa laporan masyarakat telah diterima melalui kanal pengaduan resmi SP4N Lapor. Pemerintah daerah, kata dia, langsung menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.
“Terima kasih atas informasi dari masyarakat. Laporan mengenai kondisi jalan di Desa Soren sudah kami terima melalui SP4N Lapor. Rencananya tim teknis akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan kondisi lapangan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan pengecekan lapangan tersebut merupakan bagian dari proses awal dalam penanganan infrastruktur, terutama untuk memastikan kondisi riil jalan serta menentukan langkah teknis yang paling tepat dan sesuai kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, hasil dari peninjauan tersebut akan menjadi dasar penting dalam penyusunan rekomendasi penanganan, baik berupa pemeliharaan, peningkatan, maupun langkah teknis lain yang sesuai dengan kondisi dan kewenangan pemerintah daerah.
Selain aspek kondisi fisik jalan, tim teknis juga akan melakukan verifikasi terhadap status kawasan di beberapa titik ruas jalan. Hal ini menjadi penting mengingat terdapat indikasi sebagian jalur berada dalam kawasan dengan status tertentu seperti kawasan hutan maupun area Hak Guna Usaha (HGU).
“Verifikasi status kawasan juga akan menjadi bagian dari pengecekan. Ini penting agar setiap langkah penanganan nantinya sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Soren, Subhanur, menyampaikan bahwa kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Camba, Soren hingga Simpur tersebut telah berlangsung cukup lama dan menjadi keluhan masyarakat, terutama saat musim hujan.
Kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui kendaraan disebut cukup mengganggu aktivitas warga, termasuk dalam distribusi hasil pertanian dan akses antarwilayah desa.
“Ruas Camba–Soren ini yang paling terdampak, karena sekitar tiga kilometer berada di kawasan hutan dan HGU perusahaan. Ini menjadi salah satu kendala dalam upaya perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi atas langkah Pemkab Kotim yang telah merespons laporan masyarakat dan berharap hasil pengecekan di lapangan dapat menjadi dasar solusi yang lebih komprehensif ke depan.
Pemerintah desa juga berharap adanya upaya berkelanjutan untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan koordinasi lintas sektor dalam rangka percepatan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di wilayah tersebut. (to)