Pemkab Kotim dan Kodim Release Rencana Pembangunan Yonif Mentaya

Asisten I Setda Kotim Waren saat memimpin release didampingi jajaran Kodim 1015 Sampit, Jumat (22/5). (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama jajaran TNI dan Polri menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 923/Mentaya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Pembangunan satuan teritorial tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pertahanan wilayah sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan melalui press release bersama yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Polres Kotim, dan Kodim 1015/Sampit, di Ruang Rapat Pers Gedung A, Kantor Bupati Kotim, Jum’at sore (22/5/2026).

Pemerintah daerah menilai pembangunan Yonif TP 923/Mentaya tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan negara, namun juga memiliki dampak luas terhadap pembangunan dan ketertiban masyarakat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Waren, mengatakan, pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan wilayah yang terintegrasi dengan pembangunan daerah.

“Pembangunan Yonif TP 923/Mentaya merupakan bagian dari upaya memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung stabilitas keamanan daerah yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar Waren.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi penting dalam mendorong kemajuan daerah. Dengan kondisi daerah yang aman dan kondusif, aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik, investasi dapat berkembang, dan pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga memandang keberadaan Yonif TP 923/Mentaya nantinya akan memberikan manfaat strategis bagi daerah. Selain memperkuat pertahanan dan keamanan, kehadiran satuan tersebut diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar melalui meningkatnya aktivitas pembangunan dan perputaran ekonomi di wilayah sekitar.

Tidak hanya itu, pembangunan Yonif TP 923/Mentaya juga diharapkan memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung kelancaran program pembangunan.

Dalam penjelasannya, pemerintah daerah turut menegaskan bahwa lokasi pembangunan Yonif TP 923/Mentaya berada di atas lahan TNI yang telah dikelola dan dikuasai oleh Kodim 1015/Sampit sejak tahun 1999. Lahan tersebut disebut telah memiliki Surat Pernyataan Tanah (SPT) yang diregister oleh pihak kelurahan dan kecamatan setempat.

Penegasan ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak sesuai fakta. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan memahami proses pembangunan secara utuh.

Melalui press release bersama itu, Pemkab Kotim, Polres Kotim, dan Kodim 1015/Sampit juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat diminta menyikapi setiap informasi secara bijaksana serta tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya.

“Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur bersama Polres Kotawaringin Timur dan Kodim 1015/Sampit mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif serta menyikapi setiap informasi secara bijaksana,” tegas Waren.

Pemerintah daerah berharap dukungan dan sinergi seluruh pihak dapat terus terjaga agar pembangunan Yonif TP 923/Mentaya berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun daerah. (to)

Berita Terkait