Pemkab Kotim Pantau Distribusi Minyakita

Plt Kepala DKUKMPP Kotim, Muslih, saat diwawancara awak media. (Foto : to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng merek Minyakita di sejumlah pasar tradisional. Melalui pemantauan lapangan dan koordinasi lintas instansi, kondisi pasokan kini disebut mulai berangsur stabil.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim, Muslih, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan terhadap distribusi bahan pokok, khususnya Minyakita yang beberapa waktu terakhir sempat mengalami keterbatasan pasokan di tingkat pedagang.

Menurutnya, laporan awal diterima dari sejumlah pedagang di pasar yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan dari agen. Kondisi tersebut menyebabkan harga di tingkat eceran mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Beberapa hari lalu memang ada keluhan dari pedagang karena pasokan minyak agak berkurang. Kami langsung berkoordinasi dengan bagian ekonomi dan melakukan pengecekan di lapangan, terutama di pasar pantau,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Muslih menjelaskan, Pasar PPM menjadi salah satu lokasi yang dipantau secara intensif karena masuk dalam titik pengawasan harga dan distribusi kebutuhan pokok. Dari hasil pemantauan tersebut diketahui bahwa keterlambatan dan pembatasan distribusi dari agen menjadi salah satu faktor utama naiknya harga di tingkat pedagang kecil.

Akibat kondisi itu, harga Minyakita yang seharusnya berada di kisaran harga eceran tertinggi sempat melonjak hingga Rp19 ribu sampai Rp20 ribu per liter di tingkat pengecer. Sementara di pasar pantauan pemerintah daerah, harga masih relatif terkendali.

“Untuk harga pantauan kami masih berkisar Rp15.700 sampai Rp16.000. Jadi yang mengalami kesulitan terutama pedagang eceran karena distribusi dari agen terbatas,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut kini mulai membaik setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait distribusi barang kebutuhan pokok. Pasokan minyak goreng di sejumlah pasar disebut mulai kembali tersedia dan aktivitas perdagangan berangsur normal.

Kandati demikian, Pemkab Kotim tidak ingin persoalan itu terulang kembali Pemerintah daerah saat ini masih melakukan penelusuran untuk mengetahui secara pasti letak kendala dalam rantai distribusi Minyakita di daerah.

“Kami masih mencoba mencari permasalahannya di mana. Karena kita ini sebenarnya memiliki pabrik minyak di daerah, tetapi barang di pasaran sempat sulit ditemukan. Ini yang sedang kami telusuri bersama OPD terkait dan bagian ekonomi,” jelasnya.

Muslih menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) apabila nantinya ditemukan indikasi penimbunan ataupun permainan distribusi yang menyebabkan kelangkaan di pasaran.

“Kalau memang nanti ada dugaan penimbunan atau permainan distribusi tentu akan kami tindak lanjuti bersama aparat penegak hukum. Pengawasan akan terus dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya. (to)

Berita Terkait