Kabupaten Kobar Penyangga Ekspor Kalteng 

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com– Kabupaten Kotawaringin Barat, merupakan pintu gerbang perekonomian Kalimantan Tengah bagian barat. Pasalnya akses Kobar sangat strategis sehingga investasipun terus berkembang.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kobar, Alfan Khusaini mengatakan, di wilayah Kalimantan Tengah, Kabupaten penyumbang nilai ekspor terbesar yakni Kabupaten Kobar yang paling tertinggi, di susul juga oleh Kabupaten Kotawaringin Timur.

” Secara Nasional, Kalimantan Tengah di targetkan untuk nilai investasi sebesar Rp 3,09 Triliun pada tahun 2023, dan terealisasi sebesar Rp 3,7 triliun, pada tahun ini di Targetkan sebesar Rp 3,5 triliun,” Kata Alfan Khusnaini Sabtu (1/6/2024).

Menurut Alfan Khusnaini , pendapatan dari kegiatan ekspor Kalimantan Tengah sebesar Rp 14 Triliun sementara Rp 8 Triliunnya berasal dari Kobar dan Kotim, sisanya dari Kabupaten lainnya yang ada di Kalteng, sehingga Kobar dan Kotim sebagai penyangga ekspor Kalteng.

” Kobar sebagai penyangga ekspor Kalteng itu telah diakui oleh pemerintah pusat, dimana pada bulan Oktober 2023, Kobar meraih penghargaan Primaniyarta tahun 2023, penghargaan tersebut diberikan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Alfan ,pertumbuhan nilai ekspor Kabupaten Kobar terus meningkat sejak tahun 2019 lalu, komoditi unggulan ekspor dari Kobar yakni produk dari kelapa sawit, kayu olahan dan hasil tambang.

” Kegiatan ekspor dari Kobar paling besar adalah CPO (Crude Palm Oil), selain itu ada juga olahan kayu dari Jamswood, sementara untuk hasil tambang tahun ini belum begitu besar, akan tetapi melihat potensi yang ada, di prediksi tahun 2025 akan meningkat juga ekspor dari tambang, “beber Alfan.

Dengan meningkatnya nilai ekspor ini tambah dia, menunjukan Kobar sebagai penopang perekonomian Kalimantan Tengah.

Alfan juga menyampaikan, jika pembangunan Pelabuhan Samudra terealisasi di wilayah Kobar ini, maka kegiatan ekspor dari wilayah Kobar pun akan meningkat, akan tetapi pembangunan pelabuhan samudra tersebut masih terkendala. (di)

Berita Terkait