



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalteng menjadi perhatian serius Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.
Menyikapi itu, Gubernur menyatakan keprihatinannya atas kondisi banjir tersebut, mengingat banjir yang mengepung Kalimantan Tengah, terjadi saat permasalahan lain belum usai.
”Banjir melanda di saat pandemi covid 19 belum berakhir, inflasi menghantam sendi kehidupan dibarengi kenaikan harga BBM, semuanya harus kita hadapi dan ditangani simultan secara bersamaan,” ungkap Sugianto Sabran, Selasa (18/10/2022).
Akibat banjir ini lanjut dia, masyarakat petani tidak bisa bercocoktanam dan gagal panen karena lahannya terendam air, sehingga hal tersebut melahirkan permasalahan sosial dan ekonomi, masyarakat kehilangan mata pencahariannya.
“Umumnya masyarakat yang ada di pedesaan dan masyarakat sekitar hutan adalah bertani, tapi dengan adanya banjir yang bisa terjadi hingga tiga kali dalam setahun, apa yang mereka harapkan dari sektor pertanian, hal ini akan menciptakan tren kemiskinan di tingkat pedesaan,” bebernya.
Karena itu, Sugianto mengimbau kepada perusahaan perkebunan, HPH, HTI dan pertambangan agar peka dan peduli terhadap musibah banjir yang dialami masyarakat Kalteng, serta berkontribusi positif dalam pembangunan Kalteng.
“Membangun Kalimantan Tengah bukan semata-mata urusan pemerintah saja, tapi semua elemen masayarakat dan seluruh stakeholders yang ada termasuk di dalamnya sektor pengusaha perkebunan, kehutanan dan pertambangan. Terlebih lagi, sektor-sektor tersebut berurusan langsung dengan lingkungan hidup, yang harus dikelola dengan ramah, agar tidak menimbulkan bencana, seperti banjir. Maka kepekaan dan kepedulian sosial terhadap masyarakat terlebih yang terdampak bencana, merupakan bagian terpenting,”tandasnya. (as/hm)