

BUNTOK, KaltengEkspres.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), DR. H. Lisawanto, SE, MAP, mengingatkan dinas terkait dan seluruh satuan pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan menyusul kembali munculnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memicu kabut asap di wilayah setempat.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca di Barsel yang dalam tiga hari terakhir tidak lagi diguyur hujan. Situasi ini perlu diwaspadai, terlebih ratusan titik api dilaporkan telah terpantau di sejumlah wilayah sehingga berpotensi memperburuk kondisi kualitas udara.
“Sudah kurang lebih tiga hari tidak turun hujan. Dinas terkait dan satuan pendidikan harus tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali asap akibat karhutla,” kata Lisawanto kepada awak media, Jumat (6/11/2026).
Politisi Partai Gerindra Barsel ini juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemkab Barsel yang memperpanjang masa tanggap darurat bencana. Menurutnya, kondisi cuaca yang kembali kering harus menjadi perhatian serius agar pemerintah maupun masyarakat tidak lengah dalam menghadapi ancaman karhutla.
Terlebih, Barsel sebelumnya sempat mengalami dampak kabut asap cukup parah akibat karhutla yang mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat.
Ia meminta instansi terkait terus meningkatkan pemantauan lapangan, khususnya di kawasan rawan kebakaran. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan juga harus diperkuat agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
Perhatian khusus, lanjutnya, juga perlu diberikan kepada sektor pendidikan. Pihak sekolah diminta tidak hanya berpatokan pada kembali normalnya aktivitas belajar mengajar, tetapi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan dan kualitas udara sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Menurutnya, kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas. Jika kabut asap kembali muncul dan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat, sekolah diharapkan mewajibkan peserta didik menggunakan masker serta berkoordinasi dengan dinas terkait dan mengikuti rekomendasi pemerintah mengenai pelaksanaan pembelajaran.
“Jangan sampai kondisi ini membuat kita lengah, terutama dalam melindungi kesehatan masyarakat dan peserta didik,” tegasnya. (rif).