

BUNTOK, KaltengEkspres.com – Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel), H Raden Sudarto, SH, mendukung langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel yang kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Menurut politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa H Alex tersebut, perpanjangan status darurat diperlukan mengingat kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir kembali kering setelah tidak turun hujan. Sementara itu, jumlah titik api terus bertambah hingga mencapai ratusan dan kabut asap mulai dirasakan masyarakat.
“Langkah tersebut merupakan kebijakan yang tepat. Mengingat beberapa hari ini hujan sudah tidak turun lagi, sementara titik api sudah mencapai ratusan dan kabut asap mulai dirasakan masyarakat,” ujar H Alex kepada awak media, Jumat (6/11/2026).
Ia menjelaskan, selain memperpanjang status tanggap darurat, pemerintah daerah melalui SOPD terkait juga perlu meningkatkan langkah pencegahan dan perlindungan terhadap masyarakat dari dampak kabut asap.
Salah satunya dengan membagikan masker serta mengimbau masyarakat agar menggunakannya ketika beraktivitas di luar rumah. Imbauan serupa juga perlu diberikan kepada para pelajar, mengingat kegiatan belajar mengajar saat ini telah kembali dilaksanakan secara tatap muka.
“Jangan sampai buruknya kondisi cuaca akibat karhutla menyebabkan siswa maupun masyarakat terdampak gangguan kesehatan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, H Alex meminta dinas terkait agar terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi di lapangan. Apabila kabut asap kembali menebal dan kualitas udara memburuk, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah antisipasi, termasuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api, tetapi juga harus dibarengi upaya melindungi masyarakat dari dampak asap, terutama anak-anak, lansia dan warga yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
“Jangan menunggu sampai masyarakat banyak yang jatuh sakit. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini, sehingga dampak karhutla dan kabut asap bisa diminimalkan,” pungkasnya. (rif).