DPRD Kobar Dukung Sistem Ganjil-Genap Pertalite

Ketua Komisi C DPRD Kobar, H Arief Asyrofi.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Penerapan sistem ganjil-genap dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi C DPRD Kobar, H Arief Asyrofi.

Kebijakan tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurai persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang selama ini kerap terjadi. Hal tersebut disampaikan Arief kepada awak media, pada Senin (2/11/2026).

Menurutnya, kebijakan pembatasan pembelian berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan tersebut perlu didukung bersama agar pelaksanaannya berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Ia menilai, sistem ganjil-genap dapat membantu mengatur distribusi pembelian BBM bersubsidi sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di SPBU.

Namun, menurut Arief, keberhasilan kebijakan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan aturan. Diperlukan pengawasan langsung dari pihak terkait, terutama Pertamina dan aparat kepolisian, sehingga penerapannya di lapangan benar-benar berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Ia berharap Pertamina dapat menempatkan masing-masing satu personel di setiap SPBU untuk membantu mengatur dan menertibkan pelaksanaan sistem ganjil-genap. Kehadiran petugas dinilai penting untuk memastikan masyarakat memahami mekanisme pembelian serta mencegah terjadinya pelanggaran yang berpotensi menghambat pelayanan.

Selain itu, Arief juga meminta Polres Kobar turut berperan aktif melakukan pengawasan. Sinergi antara Pertamina, kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat diperlukan agar kebijakan tersebut tidak hanya menjadi aturan di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kelancaran pelayanan BBM bersubsidi.

“Saya yakin kebijakan ini bisa berjalan dengan baik apabila ada pengawasan dari semua pihak, disertai kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan. Mari kita kompak mendukung penerapan ganjil-genap ini demi kebaikan bersama, sehingga persoalan antrean BBM yang selama ini terjadi bisa diatasi,” pungkasnya. (di)

Berita Terkait
<