



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk katagori terparah. Pasalnya, dari data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, tercatat angka karhutla yang ditangani hingga per 25 September 2026 mencapai 1.132 kejadian, dengan total luas lahan yang terbakar 1.999 hektar.
Hal ini diutarakan Bupati Kotim Halikinnor bersama unsur terkait saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, ketika mengelar rapat evaluasi di Pos Komando (Posko) Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Kantor BPBD Kotim, Sabtu (26/9).
Pertemuan tersebut diikuti berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Pemkab Kotim, TNI, Polri, BPBD hingga unsur terkait lainnya.
“Rapat evaluasi ini tujuannhya untuk melihat sejauh mana upaya penanganan yang telah dilakukan, sekaligus menentukan strategi berikutnya dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah,” ujar Halikinnor.
Dalam evaluasi ini membahas perkembangan penanganan di lapangan, termasuk proses pemadaman dan pendinginan, kesiapan personel serta peralatan, ketersediaan sumber air hingga berbagai kendala yang masih dihadapi petugas.
Selain 1.132 kejadian karhutla dengan luas sekitar 1.999 hektare, BPBD Kotim mencatat akumulasi titik panas atau hotspot di wilayah tersebut mencapai 36.519 titik hingga 25 September 2026.
“Saya minta seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, relawan, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian karhutla,”tandasnya. (hl)