



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengusulkan penguatan penanganan Karhutla melalui percepatan penambahan tujuh unit helikopter water bombing yang akan ditempatkan di Sampit dan Pangkalan Bun. Ini bertujuan untuk menjangkau wilayah barat Kalteng yang masih marak terjadinya karhutla.
Usulan ini disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar, kepada Presiden Prabowo saat menyampaikan laporan terkait penanganan karhutla di Kalteng dalam rapat koordinasi, Minggu (23/8).
Gubernur mengatakan, selain usulan tujuh unit helikopter water bombing, juga diperlukan penambahan peralatan pemadaman darat, seperti kendaraan operasional, pompa portabel, selang, nozzle, tangki air, dan alat komunikasi guna mendukung unsur TNI, Polri, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur juga mengharapkan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB untuk memperkuat operasi pemadaman darat yang melibatkan berbagai unsur terkait.
Di samping itu, pembangunan sumur bor dan embung di lokasi rawan Karhutla menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan sumber air, dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum serta kementerian/lembaga terkait.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan Karhutla. Optimalisasi personel, sarana prasarana, patroli udara dan darat, pemadaman, serta operasi modifikasi cuaca dilakukan sebagai bagian dari langkah terpadu untuk menekan dampak Karhutla selama puncak musim kemarau”, tegas Gubernur. (Ro)