



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya Tahun 2026 di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).
Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa falsafah Huma Betang merupakan fondasi utama dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Tengah.
Menurutnya, rumah besar masyarakat Kalimantan Tengah bukan hanya bangunan yang berdiri megah, tetapi juga tanah gambut, sungai, hutan, dan seluruh lingkungan hidup yang menjadi warisan bersama dan harus dijaga demi keberlanjutan generasi mendatang.
Tantangan pembangunan saat ini lanjut dia, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup upaya menjaga persatuan, melestarikan lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong sebagai jati diri masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya.
Sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Palangka Raya Kota Kolaborasi”, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun kota yang maju, nyaman, dan sejahtera.
“Pemerintah harus benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah harus dapat dirasakan melalui pelayanan yang berkualitas serta program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan ini Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan berbagai program prioritas nasional yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, serta berbagai program strategis lainnya.
Selain itu, ia meminta dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan implementasi Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS). Di Kota Palangka Raya, tercatat sebanyak 23.958 keluarga penerima manfaat yang akan memperoleh berbagai bentuk bantuan dan layanan, meliputi bantuan pangan, bantuan tunai, layanan pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta pemerataan kesejahteraan hingga menjangkau wilayah pedalaman.
Ia menambahkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tidak mengurangi semangat pembangunan, melainkan menjadi langkah untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat dimanfaatkan secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Menghadapi potensi El Nino dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Gubernur mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026 sebagai langkah antisipatif dalam menghadapi musim kemarau. (Ro)