



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat langkah pencegahan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain membagikan masker kepada masyarakat, Dinkes juga mengedukasi warga agar menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan guna meminimalkan risiko penyakit akibat penurunan kualitas udara.
Petugas Dinkes Kotim, Haris Giri S, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Kotim. Selain menyediakan masker bagi masyarakat, petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama musim karhutla.
“Kegiatan ini dilakukan dalam rangka antisipasi kabut asap yang mulai muncul di Kotim. Dinas Kesehatan menginisiasi pembagian masker, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026 itu dipusatkan di sejumlah titik strategis di Kota Sampit, meliputi simpang Jalan Pelita-H.M. Arsyad, Jalan Ahmad Yani-Suprapto, Jalan Ki Hajar Dewantara-Gunung Kerinci, Jalan Sari Gading-Christopel Mihing, hingga kawasan Taman Kota Sampit. Petugas Dinkes bersama personel kepolisian turun langsung membagikan masker kepada masyarakat yang mulai beraktivitas sejak pagi hari.
Sebanyak 240 kotak masker dewasa atau sekitar 12 ribu lembar serta 100 kotak masker anak berisi 3 ribu lembar disiapkan dalam kegiatan tersebut. Dengan total 15 ribu masker yang dibagikan, Dinkes berharap masyarakat memiliki perlindungan saat harus beraktivitas di luar rumah.
Menurut Haris, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi paparan partikel asap yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya menerima masker, tetapi juga menggunakannya secara disiplin.
“Kami berharap kesehatan masyarakat tetap terjaga dengan adanya pembagian masker ini. Harapan kami, masker tersebut dipakai, bukan hanya disimpan,” katanya.
Selain mengajak masyarakat menggunakan masker, Dinkes Kotim juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan asap, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan.
“Kalau bisa aktivitas di luar ruangan dikurangi. Kalau memang tidak terlalu penting, lebih baik tetap di dalam rumah untuk mengurangi dampak paparan kabut asap,” imbaunya.
Upaya perlindungan juga menyasar lingkungan pendidikan. Dinkes Kotim menyalurkan masker ke SDN 6 Mentawa Baru Hulu yang berada tidak jauh dari salah satu lokasi pembagian. Masker diberikan kepada guru, tenaga kependidikan, dan para siswa sebagai langkah antisipasi agar proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman meski kualitas udara mulai menurun.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kotim berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di tengah ancaman kabut asap semakin meningkat. (to)