Pemkab Kotim Manfaatkan Penas XVII untuk Promosikan Potensi Daerah 

Wabup Kotim Irawati saat menerima kunjungan perwakilan peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan berangkat ke Provinsi Gorontalo beberapa waktu lalu. (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Keikutsertaan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo tidak sekadar menjadi ajang menambah pengetahuan dan pengalaman bagi petani, nelayan, maupun penyuluh.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim untuk memperkenalkan potensi daerah, memperluas jejaring, serta membuka peluang kerja sama strategis dengan berbagai daerah di Indonesia.

PENAS yang digelar setiap empat tahun sekali merupakan forum terbesar bagi insan pertanian dan perikanan di Indonesia. Ribuan peserta dari berbagai provinsi hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari petani, nelayan, penyuluh, akademisi, pelaku usaha hingga pemerintah daerah. Melalui forum ini, peserta dapat berbagi pengalaman, mempelajari inovasi terbaru, sekaligus membangun kemitraan yang berpotensi memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Pemkab Kotim menilai kehadiran kontingen daerah dalam PENAS XVII memiliki nilai strategis karena menjadi sarana untuk memperluas jaringan sekaligus mempromosikan berbagai potensi unggulan yang dimiliki daerah. Mulai dari sektor pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga perikanan yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim, Yephi Hartady Periyanto, mengatakan, PENAS merupakan wadah penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses kerja sama yang lebih luas dengan daerah lain.

“PENAS bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga wadah untuk bertukar informasi, memperluas jaringan, dan membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi daerah,” ujarnya, Jum’at (19/6/2026).

Menurut Yephi, banyak inovasi dan praktik terbaik dari berbagai daerah yang dapat dipelajari untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi di Kotim. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung juga berpotensi melahirkan kerja sama konkret antar daerah, mulai dari pengembangan komoditas unggulan, pertukaran teknologi, peningkatan kapasitas petani dan nelayan, hingga penguatan akses pasar bagi produk-produk daerah.

“Karena pesertanya berasal dari seluruh Indonesia, ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan potensi Kotim sekaligus melihat peluang kerja sama yang bisa dikembangkan ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, menyampaikan apresiasinya kepada para petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku utama sektor pertanian yang akan membawa nama daerah dalam ajang nasional tersebut.

Menurutnya, PENAS merupakan kesempatan berharga bagi peserta untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, serta mempelajari berbagai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Kotim.

“PENAS merupakan wadah yang sangat penting untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan perikanan. Karena itu, kami menyambut baik keikutsertaan kontingen Kotim pada kegiatan ini,” kata Irawati.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan maksimal, menjaga kesehatan selama berada di lokasi kegiatan, serta menunjukkan sikap dan etika yang baik sebagai representasi Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kami berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik daerah, mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, dan membawa pulang ilmu, pengalaman, serta jaringan yang bermanfaat untuk mendukung kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Kotim,” tuturnya.

Irawati menambahkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti PENAS diharapkan tidak berhenti pada peserta semata, melainkan dapat dibagikan kepada petani, nelayan, dan kelompok usaha lainnya di daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Melalui partisipasi dalam PENAS XVII, Pemkab Kotim berharap para peserta dapat membawa pulang pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang bermanfaat untuk diterapkan di daerah. (to)

Berita Terkait