



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalteng Agustiar Sabran secara resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV Provinsi Kalimantan Tengah menuju Manokwari, Papua Barat. Acara ini digelar di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Minggu (14/6/2026).
Kepada kontingen, Gubernur berpesan agar PESPARAWI ini diikuti bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan iman, pengembangan talenta, dan penguatan persaudaraan umat Kristiani.
“Semangat ini sejalan dengan falsafah Huma Betang yang mengajarkan hidup rukun dalam keberagaman, saling menghormati, dan memperkokoh persatuan dalam bingkai NKRI,” kata Agustiar saat menyampaikan sambutannya.
Agustiar mengingatkan agar kontingen membawa karakter positif daerah selama bertanding.
“Saya berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kekompakan, serta menunjukkan sikap yang ramah dan santun,”ucapnya.
“Tanamkan semangat Isen Mulang, yaitu pantang menyerah untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik. Prestasi merupakan harapan bersama, tetapi yang terpenting adalah memperkuat persaudaraan serta menyebarkan pesan damai bagi bangsa Indonesia,”tambahnya lagi.
Tidak lupa, Gubernur juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para pelatih, ofisial, pendamping, hingga orang tua yang terus memberikan dukungan kepada peserta.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Guntur Talajan mengatakan, pihaknya mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi. Pihaknya merincikan bahwa Kalimantan Tengah mengikuti 12 kategori lomba dengan memberangkatkan kontingen besar sejumlah 309 orang.
“Awalnya 301 orang, namun bertambah menjadi 309 orang karena ada 60 pendamping, pelatih, pendoa, serta dari OPD dan DPRD. Bahkan, kontingen Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, dan Murung Raya berangkat secara mandiri,” jelas Guntur Talajan.
Keberangkatan peserta dilaksanakan secara bertahap dalam dua gelombang udara pada tanggal 16, 17, 21, 22, 23, dan 24 Juni. Sementara itu, jadwal kepulangan dari Papua Barat akan berlangsung pada 24, 27, 29, 30 Juni, dan puncaknya pada 1 Juli 2026. (Ro)