Percepat Layanan Adminduk, Disdukcapil Kotim Jemput Bola ke Sekolah

Disdukcapil Kotim saat mendatangi SMAN 3 Sampit untuk melaksanakan perekaman KTP elektronik bagi siswa yang telah berusia 17 tahun, (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi masyarakat melalui berbagai inovasi pelayanan. Salah satu langkah nyata yang kini digencarkan adalah program jemput bola perekaman KTP elektronik dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) langsung ke sekolah-sekolah.

Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pelayanan adminduk kini tidak hanya dilakukan di kantor pelayanan maupun kecamatan, tetapi juga menyasar lingkungan pendidikan guna memudahkan para pelajar memperoleh dokumen kependudukan sejak dini.

Kepala Disdukcapil Kotim, Wiyono mengatakan, program jemput bola tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kami melakukan jemput bola selain ke kecamatan juga ke sekolah-sekolah. Seperti kemarin di SMAN 3, SMAN 2 Sampit dan SMKN 2 Sampit,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, pelayanan langsung ke sekolah dinilai efektif karena mampu menjangkau para pelajar yang telah memasuki usia wajib memiliki KTP elektronik tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.

Dengan pola pelayanan tersebut, para siswa dapat melakukan perekaman data biometrik secara langsung di sekolah, sehingga lebih efisien dari sisi waktu maupun akses pelayanan.

“Pelayanan perekaman KTP elektronik di sekolah ini kami tujukan bagi para siswa yang sudah menginjak usia 17 tahun, agar mereka memiliki dokumen kependudukan sejak dini,” jelas Wiyono.

Selain perekaman KTP elektronik, petugas Disdukcapil juga memberikan pendampingan kepada para siswa untuk mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program ini merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan yang saat ini terus dikembangkan pemerintah pusat maupun daerah.

IKD sendiri menjadi bentuk identitas digital yang nantinya dapat digunakan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan publik secara lebih praktis dan aman melalui perangkat telepon pintar.

Pemerintah Kabupaten Kotim menilai generasi muda perlu diperkenalkan lebih awal terhadap penggunaan identitas digital agar mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem pelayanan berbasis teknologi.

Wiyono menyebutkan, program jemput bola tersebut sekaligus menjadi strategi Disdukcapil dalam mempercepat capaian target aktivasi IKD tahun 2026 di Kotim.

Saat ini, capaian IKD di Kotim disebut telah berada di atas target minimal pemerintah pusat. Namun demikian, upaya perluasan layanan terus dilakukan agar seluruh masyarakat dapat menikmati kemudahan administrasi berbasis digital.

“Kegiatan ini merupakan upaya kami dalam mempercepat pemenuhan target IKD pada tahun ini, sekaligus memberikan kemudahan bagi generasi muda memiliki identitas yang lengkap dan aman,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberadaan dokumen kependudukan yang lengkap sangat penting karena menjadi dasar dalam memperoleh berbagai layanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, bantuan sosial hingga administrasi lainnya.

Karena itu, Disdukcapil Kotim akan terus memperluas pelayanan jemput bola, baik ke sekolah, kecamatan maupun wilayah lain yang dinilai membutuhkan percepatan pelayanan adminduk. (to)

Berita Terkait