



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menyuarakan pentingnya membuka ruang aspirasi bagi anak-anak agar proses belajar mereka tidak hanya formal, tapi juga menyenangkan dan relevan dengan kehidupan. Dukungan terhadap gagasan ini dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih berpusat pada kebutuhan serta potensi anak.
Anggota DPRD dari Komisi III, Deby Setiawan menilai bahwa sistem pembelajaran saat ini masih kerap terlalu terpaku pada kurikulum, sementara kreativitas, minat, dan suara anak-anak sering kali belum sepenuhnya difasilitasi.
“Anak-anak juga punya hak untuk menyampaikan pendapat, termasuk soal cara belajar yang mereka anggap paling nyaman dan bermanfaat. Inilah pentingnya ruang aspirasi, agar pendidikan benar-benar menyentuh mereka sebagai subjek utama,” kata Deby, Kamis (03/6).
Menurutnya, ketika anak diberi kesempatan menyampaikan ide atau keinginan dalam proses belajar, maka akan tumbuh rasa percaya diri dan motivasi yang lebih tinggi. Hal ini juga dapat mendorong terciptanya metode pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia mendorong agar sekolah, dinas pendidikan, dan orang tua mulai melibatkan anak-anak dalam berbagai proses diskusi kecil, baik di ruang kelas maupun kegiatan sekolah lainnya, untuk menggali aspirasi mereka terkait materi pelajaran, metode mengajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler.
“Kadang ide-ide anak sangat segar dan penuh logika. Misalnya soal cara belajar sambil bermain, membuat video pembelajaran sendiri, atau bahkan memanfaatkan media sosial untuk diskusi pelajaran. Ini harus ditanggapi dengan serius,”ujarnya.
Selain mendengarkan, ia juga menekankan perlunya keberlanjutan atas aspirasi tersebut melalui kebijakan yang ramah anak. Artinya, ide dan masukan anak-anak harus ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar formalitas semata.
“Kita ingin menciptakan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga berani berbicara dan aktif berpikir. Pendidikan yang membebaskan dan menginspirasi harus jadi arah ke depan,” tegasnya. (gel)