



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Bayi berusia 19 hari meninggal dunia usai menjalani operasi di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Hilangnya nyawa bayi itu menuai banyak pertanyaan karena adanya kejanggalan. Bahkan orangtua bayi menduga jika anaknya telah menjadi korban malpraktik dan kabarnya telah melaporkan kasus itu ke Polda Kalteng.
Afner Juliwarno selalu ayah bayi mengatakan, salah satu kejanggalan adalah perbedaan diagnosa. Dimana sejak dirujuk dari Rumah Sakit Muhammadiya ke RSUD dr Doris Sylvanus pada Senin (12/1/2024), diagnosanya menyebut adanya persoalan usus besar. Namun setelah operasi, diagnosa berubah menjadi atresia ani alias cacat atau kelainan sejak lahir.
“Pihak rumah sakit menyarankan dilakukan operasi untuk menyambung usus dengan alasan tidak ada jalan lain. Namun setelah operasi malah diagnosanya berubah,” kata Afner.
Pria ini juga sempat mempertanyakan mengapa anaknya tidak dirawat di ruang ICU. Bahkan kejanggalan lain terjadi, seperti perban bekas operasi yang sering lepas, begitu juga oksigennya.
“Bahkan setelah operasi, kondisi anaknya tidak membaik. Malah semakin memburuk,” ujarnya.
Akibat kondisinya yang terus melemah, bayi itu pun menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (25/1/2024). Menduga ada yang tidak beres dalam penanganan medis yang dilakukan pihak RSUD dr Doris Sylvanus, Afner pun melapor ke Polda Kalteng.
“Dalam laporan di polda kami sertakan bukti berupa foto-foto. Salah satunya di bagian perut yang terdapat bekas luka besar,” tandasnya. (ran)