

SAWAHLUNTO, KaltengEkspres.com – Tambang batu bara di Desa Salak Kecamatan Telawi Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, meledak Jumat (09/12/2022) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia di tempat. Sedangkan 4 orang lainnya berhasil selamat dari kejadian.
“Lubang tambang tersebut dilaporkan runtuh karena ledakan yang disebabkan oleh metana,” kata juru bicara badan pencarian dan penyelamatan lokal Octavianto, dilansir dari AFP.
Octavianto menyebut tambang yang meledak ini dikabarkan dikelola oleh PT Nusa Alam Lestari (PT NAL). PT NAL ini merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi. Izin diberikan berdasarkan keputusan pada 2020 dengan nomor izin 570/1338-Periz/DPM&PTSP/VII/2020. Izin ini disebutkan berlaku mulai 6 Juli 2020.
Luas lahan tambang batu bara ini disebutkan sebesar 94,20 hektare (ha) di Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. (afri)