



SAMPIT, KaltengEkspres.com– Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah mengaku merasa miris dengan kembali terjadinya kasus pencabulan anak di bawah umur diwilayah Kabupaten Kotim.
Terkait ini, ia tidak henti-hentinya mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan meningkatkan kembali pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, sebab tanggung jawab utama terhadap anak tetaplah pada orang tua,bukan sekolah ataupun pemerintah daerah.
“Dari informasi yang kami terima,aksi pencabulan akhir-akhir ini agak meningkat,karenanya kami menghimbau para orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anaknya”ujar Riskon Fabiansyah, Senin (7/11/2022).
Selain itu Riskon juga meminta pihak keluarga agar tidak perlu malu atau takut untuk membuat laporan jika ada anggota keluarganya yang jadi korban pencabulan. Daerah sudah memiliki unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang khusus menangani permasalahan semacam ini.
“Kami berharap begitu ada kejadian,pihak keluarga segera membuat laporan ke unit PPA agar bisa ditindak lanjuti secepatnya,sebab tanpa adanya laporan bagaiman mereka bisa bertindak”lanjutnya.
Selama ini yang jadi permasalahan adalah terkadang masih ada pihak keluarga yang menganggap peristiwa pencabulan sebagai aib keluarga yang harus disembunyikan atau ditutupi,hal ini tentu suatu pemikiran yang keliru karena bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikologis korban.
“Intinya pihak keluarga jangan segan untuk melapor, serahkan kepada pihak berwajib dalam hal ini aparat kepolisiaan untuk mengambil tindakan hukum terhadap pelaku,”ungkapnya.
“Dengan adanya proses hukum sesuai dengan aturan yang berlaku tentu akan memberi efek jera,sehingga kejadian seperti ini tidak terulang lagi kedepannya” tandas Eko sapaan akrabnya.(yon)