



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat, menetapkan status siaga wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK) yang menjangkit sapi dan domba, menjelang datangnya momen Idul Adha 1443 H tahun ini.
“Kejadian ini akan ditangani juga dengan selalu siaga, kita sudah koordinasi ya TNI/POLRI dilibatkan,” kata Plt Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kobar Rosehan Pribadi melalui Sekretarisnya Haryo Prabowo, Selasa (31/5/2022).
Menurutnya, serangan wabah PMK pada hewan ternak terutama sapi dan domba yang terjadi saat ini, cukup mengganggu di tengah persiapan mereka menyediakan hewan kurban yang sehat bagi masyarakat menjelang Idul Adha 1443 H.
“DPKH sudah menyiapkan petugas-petugas, ada juga dokter hewan yang sekarang ini ada 43 ekor sapi yang terkonfirmasi, namun penyembuhanya sudah menghasilkan yang sembuh itu 27 ekor,” ujarnya.
Saat ini penyebaran wabah PMK yang menjangkit sapi dan domba di Kobar terbilang cepat. Tercatat dalam waktu kurang dari dua pekan, penyebaran wabah PMK sudah menyerang.
“Enggak ada kompensasi, belum ada ke arah sana kita mengobati dulu proaktifnya mengobati dulu, karena jumlahnya saat ini belum diketahui ya,” paparnya.
Untuk menekan wabah PMK ini, pihaknya segera melakukan lockdown sapi-sapi yang akan memasuki Kobar, terutama dari daerah yang sudah lebih dahulu terdeteksi wabah PMK.
“Tidak boleh ada lagi sapi-sapi yang masuk, biasanya Idul Adha itu 30 hari atau 60 hari sebelumnya sapi itu sudah dikirim dari Jawa ke sini, kita mau adakan cek poin duku,” ujarnya.
Bagi komoditas sapi yang terdeteksi, pihak Dinas DPKH menginstruksikan seluruh petugas jaga untuk memulangkan atau menolak hewan tersebut, termasuk digunakan sebagai hewan kurban.
“Kurban itu harus sapi yang sehat, sapi yang tidak sehat tidak akan diloloskan sebagai hewan kurban, kan kami akan ada dokter hewannya nanti,”tandasnya. (yr)