Pesta Hiburan Dangdut Lebaran Dinilai Tak Tepat

KASONGAN, KaltengEkspres.com– Organisasi masyarakat (ormas) Islam Kabupaten Katingan sepakat menolak diadakannya pesta hiburan rakyat dengan mendatangkan artis dangdut Pantura Kalteng saat perayaan lebaran Idul Fitri mendatang.

Bentuk penolakan ini diputuskan dalam hasil rapat bersama seluruh pengurus ormas Islam Katingan, baik dari PDM Katingan, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansgor, PCNU Katingan, DMI, LPTQ, Lasqi dan MUI Katingan, yang digelar di Sekretariat MUI Katingan Minggu (23/4/2022).

Mereka menyatakan sikap menolak kata -kata menyambut dan memeriahkan hari raya Idul Fitri, dengan mengadakan pesta hiburan rakyat mendatangkan artis bintang Pantura Kalteng.

“Sesuai hasil rapat bersama Ormas Islam Kabupaten Katingan, semua sepakat menolak kata -kata menyambut dan memeriahkan baik di surat kabar, berita on line, spanduk dan baliho dengan mendakan pesta hiburan rakyat mendatangkan artis Pantura Kalteng, ” kata Ketua MUI Katingan, Al – Mujahidin, kepada KaltengEkspres, Minggu (24/4).

Menurutnya, dari hasil rapat seluruh ormas, seharusnya kegiatan perayaan lebaran bernuasa Islami, terlebih lagi ada sejumlah rencana hiburan dengan sejumlah artis bintang pantura Kalteng di lokasi wisata Bukit Batu dan Kebun Raya.

“Yang kami tolak kata-kata bertuliskan acara memeriahkan dan menyambut hari raya Idul fitri, dikemas dalam acara hiburan dangdut tersebut. Seharusnya, tidak usah ada kata-kata menyambut hari raya Idul Fitri. Cukup, acara hiburan masyarakat atau pesta rakyat saja,”ujarnya.

Karena lanjut dia, momentum hari raya Idul fitri itu sakral bagi umat Islam, sehingga seharusnya dengan kegiatan bernuasa Islami juga.

Di tempat yang sama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiya (PDM) Kabupaten Katingan, Edi Rahmat Sosiawan mengatakan, agar kegiatan tersebut perlu direvisi dan dikritisi oleh ormas Islam Katingan. Supaya tidak dikaitkan dengan acara bernuasa Islami. Mengingat acara yang diadakan ini, sifatnya hiburan masyarakat terlebih lagi isinya hiburan dangdut.

“Ini perlu kita edukasikan, dan dikoordinasikan supaya nantinya saat membuat acara tidak menimbulkan keributan di tengah masyarakat,”ujarnya. (MI)

Berita Terkait
<