Pemprov Kalteng Terima Kunjungan Komisi IX DPR RI

Wagub Kalteng Edy Pratowo saat menerima kunjungan Komisi IX DPR RI, Senin (18/4).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menerima kunjungan rombongan anggota Komisi IX DPR- RI, bertempat di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur, Senin (18/4). Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene.

Saat membacakan sambutan Gubernur Kalteng, Edy mengatakan, pertemuan antara Tim Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah beserta jajaran, terkait proses legislasi dan perumusan kebijakan pemerintah pusat, yang berkaitan dengan Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Seperti yang kita ketahui Komisi IX membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, maka dari itu kunjungan ini akan lebih banyak membahas masalah Penanggulangan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Kalteng,”kata Edy.

Edy menjelaskan, ketenagakerjaan dan kesehatan merupakan persoalan yang menjadi hajat hidup masyarakat, dalam hal ini Pemerintah Daerah terus berupaya mendorong program ketenagakerjaan secara menyeluruh terlebih dalam masa pandemi COVID-19 yang melanda, melalui peningkatan lapangan usaha yang produktif, yang diarahkan pada kopetensi kemandirian, peningkatan produktifitas, penjaminan kesejahteraan dan perlindungan pekerja melalui jaminan sosial.

Sementara itu Ketua Tim Felly Estelita Runtuwene mengapresiasi seluruh upaya pemerintah daerah khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Disebutkannya pada tanggal 15 April 2022 Kalimantan Tengah menembus angka 56.933 orang yang terinfeksi positif covid, 55.093 orang sudah dinyatakan sembuh, 1679 orang meninggal dunia dan sisanya sebanyak 2.952 pasien konfirmasi yang masih menjalani perawatan di sejumlah RS rujukan Covid-19 di Kalteng.

“Sebuah kerja keras yang sangat perlu kita apresiasi bersama. Pada hari ini kami ingin mendengar kendala dan hambatan untuk percepatan vaksinasi ini dan bagaimana kami bisa membantu upaya percepatan ini,” ucap Felly

Disadari akibat pandemi telah mempengaruhi angka kemiskinan, angka pengangguran dan pertumbuhan ekonomi secara nasional dan juga berimbas langsung ke perekonomian Kalteng.

Diketahui, di Kalteng pada Maret 2021 tercatat penduduk miskin sebanyak 140,04 ribu orang atau berkurang 1,74 ribu orang dibandingkan September 2020 sebesar 141,78 ribu orang. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan bahwa 63.874 orang tercatat sebagai penganggur terbuka pada Agustus 2021 dari 1.346.437 orang tercatat sebagai penduduk bekerja.

Kalimantan Tengah memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, dengan Sumber Daya Alam yang cukup melimpah. Potensi SDA ini dapat dikembangkan menjadi industri, agro industri serta potensi lainnya yang dimiliki, guna kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah yang notabene memiliki kemajemukan baik suku, ras, serta budayanya.

Selain itu di Kalteng juga telah dikembangkan Program Strategis Nasional Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah, yang berada di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas dengan luasan lahan sekitar 165.000 hektar. Program food estate dinilai dapat memberikan dampak yang luas diberbagai sektor bagi masyarakat, dengan menitikberatkan pentingnya kesejahteraan masyarakat sesuai dengan program prioritas nasional.

Terkait hal tersebut, pemetaan daerah-daerah strategis dan potensial sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur juga dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik dari sektor pertanian, perikanan dan lainnya. Yang tujuan utamanya adalah meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat serta Sumber Daya Manusia melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga mampu bersaing serta terus tumbuh dan berkembang.(via)

Berita Terkait