



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Sebanyak 57 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan Kotawaringin Barat (Kobar) Fishing Turnament Bupati Cup pertama. Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas Senggora Sega ini dilaksanakan di Teluk Kumai, Kobar.
Lomba ini tidak hanya diikuti klub mancing asal Kobar, tetapi juga peserta dari kabupaten lain se-Kalimantan Tengah. Bahkan beberapa diantaranya berasal dari luar kalimantan.
Perlombaan tersebut berlangsung selama 24 jam. Peserta berangkat ke laut lepas dengan menggunakan kapal nelayan setempat. Event ini di mulai sejak Sabtu (27/11) pukul 15.00 dan berakhir pada Minggu (28/11) di waktu yang sama.
Usai dilakukan timbang bobot ikan hasil pancingan peserta, tim mancing Lumba-lumba dinobatkan menjadi juara pertama. Mereka berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai Rp 15 juta dan trofi bergilir.
Tim mancing asal Pangkalan Bun, Kobar ini berhasil mendapatkan hasil tangkapan terberat yakni ikan jenis Baracuda dengan bobot lebih dari 6 kilogram.
Bupati Kobar Hj. Nurhidayah memberikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat atas terselenggaranya lomba mancing ini.
Ia berkeinginan ke depan lomba mancing ini menjadi agenda rutin tahunan dengan melibatkan semakin banyak peserta.
“Ini adalah lomba mancing bupati cup yang pertama. Kalo sudah ada yang pertama insyallah akan berlanjut. Tahun depan hadiahnya lebih meriah lagi,” kata Nurhidayah.
Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara, Edwin Nugroho menuturkan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai upaya menyemarakan hari jadi kabupaten Kobar ke-62, sekaligus wadah silahturahmi antar para penghobi mancing di Bumi Marunting Batu Aji.
Disamping lomba mancing, pihaknya juga menggelar berbagai kegiatan hiburan, mulai dari senam zumba, makan ikan gratis, lomba memasak ikan laut dan live musik.
“Sesuai dengan tema kegiatan lomba ini mari kita jaga kelestarian laut di Kobar. Keberlangsungan kekayaan hasil laut menjadi tanggung jawab bagi semua masyarakat untuk ikut menjaga dengan cara menggunakan alat tangkap ramah lingkungan,” kata Edwin Nugroho.
Dijelaskannya, lomba ini juga sebagai sarana untuk mengobati kerinduan para pemancing akan lomba mancing di laut, yang diketahui memang sudah lama tidak dilaksanakan.
“Silahturahmi antara sesama penghobi mancing. Sekaligus memeriahkan HUT Kobar ke-62,” jelas Edwin.
Kendati demikian, dirinya sempat mengaku khawatir akan jalannya lomba. Sebab sejak awal keberangkatan peserta hingga kedatangan terkendala cuaca yang kurang bersahabat.
“Kami mohon maaf kepada peserta atas kondisi di laut yang di luar prediksi. Harapan kami semoga peserta memaklumi dan ikutserta dalam event selanjutnya,” ucapnya. (lh)