



PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Banten, sebagai upaya menggali informasi sekaligus memperkaya isi rancangan peraturan daerah (Raperda), tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kalteng.
“Jadi dpilihnya Banten sebagai lokasi kunker karena sama-sama memiliki DAS seperti di Kalteng dan telah ada dibentuk Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC), yang membantu pemerintah dalam menata dan mengelola air di wilayah setempat,” katanya, Senin (19/4/21).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi, di Provinsi Banten ada Danau bernama Cidanau yang merupakan satu-satunya berada di Pegunungan, serta memiliki 18 sungai, yang airnya mengalir ke sejumlah perusahaan maupun pabrik yang ada di Cilegon.
Sementara itu, untuk persoalan limbah yang terjadi di danau dan sungai di Provinsi Banten ada dua, yakni limbah rumah tangga dan silica atau limbah pertanian dari proses membakar lahan sawah setelah panen.
Namun hingga saat ini masih ada sejumlah masalah yang belum selesai yang berkaitan dengan DAS di Banten yakni, kemiskinan, tingginya tingkat run off, erosi dan sedimen, perambahan cagar alam rawa danau dan ancaman terhadap suplai air serta ancaman global warming.
“Informasi ini sangat berharga dan sangat perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pembahasan Raperda Tentang Pengelolaan DAS yang sedang dibahas. Jadi, ada upaya dan langkah antisipasi yang dipersiapkan, agar permalasahan danau dan sungai di Banten tidak terjadi juga di Kalteng,” ucapnya.
Untuk itu, Srikandi Partai NasDem ini menilai, keberadaan Forum DAS seperti di Banten perlu juga dibentuk di Provinsi Kalteng. Sebab, Forum DAS itu nantinya yang secara spesifik menyusun konsep dan bertindak langsung menata dan mengelola daerah aliran sungai.
“Jika DAS tidak terjaga, tentunya berdampak juga terhadap perekonomian. Apalagi jika rusaknya ekosistem air akibat penambangan yang tidak terkendali, penggunaan mercuri, serta lainnya, juga berpengaruh besar terhadap lingkungan,” pungkasnya. (Ra)