Food Estate Harus Dimanfaatkan Maksimal

Kuala Kapuas,Kaltengekspres.com –Pemerintah Republik Indonesia dibawah pimpinan presiden Joko Widodo sangat serius melaksanakan program ketahanan pangan food estate di kabupaten Pulau Pisau dan kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah. Keseriusan itu dapat dilihat dari seringnya kedatangan Jokowi maupun menteri-menteri terkait.

Seperti baru-baru ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan datang bersama sejumlah menteri lainnya yaitu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Kepala  Staf Kepresidenan Moeldoko dan jajaran pejabat dari kementerian terkait mengunjungi wilayah program food estate di Dadahup Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas.

Kedatangan rombongan menteri ini disambut oleh gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama Danrem ,Kapolda Kalteng serta Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat serta beberapa Kepala Dinas terkait.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Drs Aswan M.Si kepada awak media terkait kegiatan kedatangan para menteri di lokasi food estate itu mengatakan bahwa kunjungan  rombongan menteri yg dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan menteri terkait lainnya  untuk melihat progres pengembangan food estate di Kalteng terutama di Kabupaten Kapuas.

“Kedatangan menteri itu merupakan wujud sinergitas Lintas Kementrian Kementan dan PUPR  dalam hal penataan lahan dan budidaya serta penataan pengairan. Semuanya tentulah untuk meningkatkan dan optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian dan pengaturan air irigasi untuk mencapai luasan tanam dan produksi pada lahan food estate,” jelas Aswan, Senin (19/4/2021).

Untuk itulah menurut Aswan bagaimana kita harus mendukung food estate ini secara maksimal karena merupakan program strategis nasional. Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM ) petani juga perlu dipersiapkan.

“Program food estate ini bukan hanya hulunya saja yaitu untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam arti luas termasuk peternakan, tanaman pangan holtikultura tapi nantinya juga untuk meningkatkan nilai tambah melaui produk olahan hilirnya yaitu pengepakan dan pemasaran nya. Momen ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh petani untuk kesejahteraan petani,”

“Nantinya petani juga membentuk Badan Usaha Milik Petani( BUMP). BUMP  ini yang menampung hasil pertanian. Mereka petaninya mereka juga pengelola dan memiliki saham. Mereka petani sekaligus sebagai pengusaha.” Pungkasnya. (yan/rif).

Berita Terkait