Home / National / Pemprov Kalteng

Kamis, 8 Oktober 2020 - 14:22 WIB

Presiden Jokowi Membuka Perdana Program Food Estate

 Suasana rombongan Presiden RI Joko Widodo, pada saat meninjau lokasi Food Estate, di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020). Foto : Ist

Suasana rombongan Presiden RI Joko Widodo, pada saat meninjau lokasi Food Estate, di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020). Foto : Ist

PULANG PISAU, KaltengEkspres.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, secara resmi memulai Program Strategis Nasional (PSN) Food Estate, dengan melakukan penanaman perdana di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020).

Lokasi penanaman perdana tepatnya berada di REI 19 dan 20 dengan luas lahan 10 hektare (Ha) milik 5 anggota Kelompok Tani (Poktan) Panca Makmur. Luas lahan seluruh anggota Poktan Panca Makmur sendiri mencapai 80 Ha. Sementara itu, jenis padi yang ditanam pada penanaman perdana hari ini adalah Inpari 43.

Presiden RI, Joko Widodo pada saat menyampaikan keterangan pers mengatakan, bahwa kunjungan kerja kali ini untuk memastikan dimulainya Program Food Estate.

“Hari ini, saya kembali lagi ke Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya sekarang ada di Kabupaten Pulang Pisau, kita ingin memastikan dimulainya Food Estate yang semuanya di sini 168.000 Ha akan ditanami padi untuk beras. Di Pulang Pisau tahun 2020 ini akan dikerjakan 10.000 Ha, di Kabupaten Kapuas sekitar 20.000 Ha, sehingga totalnya di Provinsi Kalimantan Tengah 30.000 Ha,” kata Joko Widodo.

Baca Juga :  Nilai Transaksi di Kalteng Trade Expo Diharapkan Meningkat

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa penggunaan alat yang modern, menjadi kunci utama agar pelaksanaan Food Estate dapat sesuai harapan.

“Penggunaan drone dan traktor apung dinilai cukup efektif. Bisa mengerjakan kira-kira 1-2 Ha per hari dengan 2 kecepatan karena mengerjakan 2 hamparan yang luas, sehingga dibutuhkan mekanisasi alat-alat modern hingga kecepatan itu betul-betul ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Gagas Transmigrasi Terpadu

Dikatakan Jokowi, selain mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, seperti padi, tanaman jeruk, bawang merah, kelapa, pihaknya juga akan memanfaatkan saluran irigasi, untuk mengembangkan sektor perikanan.

“Karena airnya melimpah, di setiap irigasi yang ada juga akan membudidayakan ikan di keramba yang akan kita lihat dalam 3-4 bulan hasilnya seperti apa. Dengan cara-cara ini, kita harapkan pendapatan petani akan naik, tidak hanya dari padi, tetapi juga dari jeruk, bawang, kelapa, ikan, itik. Ini kombinasi, model-model bisnis seperti ini akan kita coba lebih dulu, nanti kita lihat hasilnya. Jika bagus hasilnya, maka kita akan coba di tempat lain per 1.000 Ha lahan,” kata Jokowi. (Ra)

Share :

Baca Juga

Pemprov Kalteng

Kepala Daerah se-Kalteng Diminta Biayai Pengobatan Warga Miskin

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Komitmen Selesaikan Kerugian Negara

Pemprov Kalteng

Kukuhkan DRD, Ini Pesan Gubernur Kalteng

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Terima Kunjungan Wakil Ketua MPR RI

Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Dorong Penghapusan Pernikahan Usia Anak

Pemprov Kalteng

Ratusan Kafilah Meriahkan Pawai Ta’aruf STQ XXII Kalteng

Pemprov Kalteng

Pemprov Siapkan Dana Tanggap Darurat Capai Rp 50 Miliar

Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Cek Perekonomian Warga Kobar Selama Covid-19
error: Content is protected !!