Home / Barito

Jumat, 2 Oktober 2020 - 16:21 WIB

Haji Denny-Difri Keluarkan Maklumat Anti Politik Uang

Banjarmasin,KaltengEkspres.com – Menyikapi gencarnya gerakan dugaan money politic dari salahsatu kubu di pilgub Kalsel ini membuat paslon Haji Denny-Difri perlu mengambil sikap. Langkah itu dengan membuat pernyataan anti politik uang, sebagaimana siaran pers yang diterima KaltengEkspres.com Jumat (2/10/2020)

Adapun maklumat tersebut adalah sebagai berikut ;

MAKLUMAT ANTI POLITIK UANG HAJI DENNY-DIFRI
(Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel

Bersama ini, kami pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Haji Denny Indrayana dan Haji Difriadi, menegaskan kembali komitmen anti-politik uang dalam pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebagaimana kita pahami, praktik politik uang sudah memandulkan demokrasi di tanah air dan merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, karena menjadikan pemilu sebagai ajang transaksi jual-beli suara (vote buying). Hal tersebut nyata-nyata merubah esensi daulat rakyat menjadi daulat uang.

Baca Juga :  Puluhan Keluarga Pasien Positif Covid-19 Desak Isolasi Mandiri di Rumah

Oleh karena itu, kami hadir di Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) provinsi Kalimantan Selatan guna mendukung langkah-langkah BAWASLU serta Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk dapat menindak tegas setiap praktik politik uang yang masih menjamur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Biasanya, praktik politik uang terjadi dalam 3 (tiga) modus, yaitu:
1. Memanfaatkan struktur dan jaringan aparat negara dan pemerintah dari tingkat atas hingga bawah, misalnya dengan melibatkan pengurus RT/RW di setiap desa, yang dikumpulkan dan dipengaruhi untuk mendukung salah satu calon, di antaranya dengan imbalan sejumlah uang;

2. Memanfaatkan program dan anggaran negara untuk memenangkan pasangan calon tertentu, misalnya dengan memasang baliho, spanduk, dan/atau media iklan lainnya yang dapat meningkatkan citra diri sang calon dengan menggunakan momentum peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan; atau dengan menyalahgunakan bantuan-bantuan sosial terkait pandemi Covid-19, seperti pembagian sembako yang memuat identitas diri pribadi sang calon;

Baca Juga :  Keburu Ditangkap Polisi, Warga Buntok Gagal Pesta Sabu

3. Melakukan praktik jual-beli suara (vote buying), baik dengan cara menyerahkan uang (cash) maupun dengan memberikan barang, agar dapat mempengaruhi para pemilih untuk memberikan suaranya kepada sang calon.

Praktik-praktik seperti ini harus diberantas dan diperangi agar tidak semakin melumpuhkan demokrasi kita.

Mari kita buktikan bahwa provinsi Kalimantan Selatan bisa menjadi pelopor untuk Pilkada yang bersih dari politik uang (money politics), politik jual-beli suara (vote buying). Mari kita hadirkan Pilkada yang memegang teguh prinsip kejujuran dan keadilan, tanpa praktik curang—apapun bentuknya.

Banjarmasin, 2 Oktober 2020

Haji Denny-Difri
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan
(yan/rif).

Share :

Baca Juga

Barito

Jalan TMMD Sibung Mulai Memasuki Fase Merapikan Badan Jalan

Barito

Pria Bersajam Terjaring Giat Patroli

Barito

Wadan Satgas TMMD dan Dinas Pertanian Bartim Cek Jalan Menuju Kebun

Barito

Tabrakan Dua Pengendara Motor Tewaskan Satu Orang Remaja

Barito

Warga dan Satgas TMMD Terus Berkoordinasi Terkait Kegiatan

Barito

Kedapatan Bawa Sabu, Seorang Pemuda Dibekuk Polisi di Pelabuhan Jelapat

Barito

Dinas PUPR Barsel Sosialisasi dan Konsultasi Publik Perbup Bupati

Barito

Tilap Uang Gaji, Kasubag TU Kecamatan Lahei Barat Diringkus Polisi