Home / DPRD Provinsi Kalteng

Jumat, 17 Juli 2020 - 14:22 WIB

Pemekaran Kotawaringin Raya Perlu Adanya Kajian

Duwel Rawing

Duwel Rawing

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta kepada Tim Penggagas Rencana Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kotawaringin Raya dari Kalteng melakukan kajian mendalam terhadap wacana tersebut. Terutama kekuatan ekonomi provinsi induk yakni Kalteng.

Sebab kalau tanpa adanya persiapan dan perhitungan yang matang, akan berdampak pada Kalteng yang menjadi miskin karena Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kecil.

“Itu semua harus dihitung secara matang berdasarkan kajian teknis ilmiah, sosial, bukan hanya politik. Kalau sampai Provinsi Kalteng kalah tertinggal pembangunannya dari pemekaran provinsi baru kan bisa gawat,” kata Duwel Rawing ketika dibincangi di ruang kerjanya, di gedung Komisi DPRD Kalteng, Jum’at (17/7/2020).

Baca Juga :  Masyarakat Seruyan Minta Realisasi Plasma dan CSR

Selain itu, politisi dari Fraksi PDIP ini mengatakan, seluruh kabupaten yang masih bergabung dengan provinsi induk harus dihitung ulang, kemampuan ekonomi masing-masing dari setiap kabupaten/kota tersebut.

Hal itu berkaca dari pengalamannya ketika terjadi pemekaran Kabupaten Katingan dan Seruyan yang lepas dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebelum terjadi pemekaran, ia telah menghitung secara ilmiah apakah kabupaten pemekaran bisa membiayai hidup mereka dan apakah kabupaten induk terdampak atau tidak.

“Waktu saya jadi ASN di Kotim dulu, menjabat sebagai Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kotim, bersama tim kami menghitung potensi-potensi kelayakan atau tidak pemekaran 2 kabupaten tersebut dan dampaknya bagi Kotim sendiri kami hitung secara cermat. Nah, untuk pemekaran provinsi ini saya lihat itu belum ada sama sekali kajian yang dilakukan oleh tim dari Provinsi Kalteng,” ucap Duwel.

Baca Juga :  Regulasi Muatan Truk Dinilai Perlu Pembahasan Bersama

Lebih lanjut dijelaskan, secara pribadi, dirinya bukan tidak setuju adanya pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya tersebut, namun hendaknya ada prosedur yang harus dilakukan terlebih dulu oleh tim kajian dari provinsi, terutama untuk membedah potensi ekonomi di 5 kabupaten yang bergabung, Seruyan, Kotim, Kotawaringin Barat (Kobar), Lamandau dan Sukamara yang sekarang sudah sangat maju.

“Sebelum Provinsi Kotawaringin itu jadi, maka semua kabupaten/kota dapat diberikan bantuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya. (Ra)

Share :

Baca Juga

DPRD Provinsi Kalteng

Perlu Pemetaan Wilayah Terdampak Banjir

DPRD Provinsi Kalteng

Investor Kalteng Diminta Berkontribusi Cegah Pandemi Covid-19

DPRD Provinsi Kalteng

Fairid Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berjalan

DPRD Provinsi Kalteng

Optimalkan Dana SILPA untuk Keagamaan

DPRD Provinsi Kalteng

Dewan Dukung Regulasi Mutasi Kendaraan

DPRD Provinsi Kalteng

Komisi 1 Monitoring Dua Layanan Publik di Barsel

DPRD Provinsi Kalteng

Pengelolaan Sektor Pertanian Kalteng Perlu Diperkuat

DPRD Provinsi Kalteng

Fraksi PDIP Usul Revisi Tatib DPRD Kalteng