



KASONGAN, KaltengEkspres.com – Wakil Bupati Katingan, Sunardi NT. Litang pada hari Sabtu (20/6/2020), berksempatan meresmikan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Tumbang Tundu Kecamatan Marikit Kabupaten Katingan.
“Pada hari ini saya nyatakan resmi Pokdarwis Desa Tumbang Tundu,” kata Wakil Bupati Katingan, Sunardi NT. Litang.
Menurutnya, Pokdarwis ini merupakan contoh bagi desa-desa lain di Katingan, dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata yang ada di daerahnya.
“Saya apresiasi dengan kemauan masyarakat desa dalam mengembangkan diri salah satunya membentuk Pokdarwis ini,” ucapnya.
Menurut Wabup, dengan terbentuknya dan telah diresmikan struktur pengurus dan anggota pokdarwis ini, maka ke depan dapat perpartisipasi mengelola dan mengembangkan pariwisata yang ada di Desa Tumbang Tundu ini.
“Alam kita kaya dengan potensinya untuk itu, mari kita jaga dan di kelola secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dirinya berharap, pokdarwis yang baru diresmikan, dapat memaksimalkan kinerjanya dalam membantu pemerintahan desa tumbang tundu memgembangkan pariwisata yang ada di desa, seperti potensi bukit beruang, air terjun dan potensi budaya masyarakat sekitar.
“Yang jelas ke depan dapat dikembangkan kerajinan lokal atau kerajinan tangan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Dirinya berharap, dengan diresmikannya Pokdarwis ini, maka akan menyumbang pendapatan desa yang nantinya akan dikelola oleh Bumdes yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tumbang Tundu.
Kades Tumbang Tundu, Andi Sriwijaya Bina, pada kesempatan itu mengungkapkan, saat ini masyarakat Desa Tumbang Tundu jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 38 KK, dengan 108 jiwa.
“Kami ucapkan terimakasih atas perhatian Pemkab Katingan dengan diresmikannya Pokdarwis ini,” ucapnya.
Dijelaskannya, bahwa berdirinya Pokdarwis ini sejak tahun 2019 lalu, semasa Pj Kades, I Ketut Floren Kusamba, dan telah mengikuti pelatihan desa wisata ke Pulau Dewata, Bali.
“Ke depan tahun 2020 ini Pokdarwis dalam menggali potensi desa dianggarkan Rp300 juta untuk pembuatan jaringan listrik tenaga hidro dan pembuatan air mineral kemasan,” ucapnya. (MI)