Mantap! Fraksi PDI-P Barsel Beri 13 Catatan Saat Pandangan Umum

Buntok, KaltengEkspres.com – Meskipun Fraksi PDI-P sama dengan Fraksi  DPRD Kabupaten Barito Selatan (Barsel) lainnya menerima Empat buah Raperda yang sebelumnya disamapaikan Bupati untuk dibahas, namun melalui Juru bicaranya Tri Wahyuni memberikan beberapa catatan penting agar bisa menjadi perhatian serius Pemkab setempat.

“Selain menerima Raperda, kita juga ada catatan penting yang perlu disampaikan dalam menghadapi musim banjir, sampai mana kesiapan pihak terkait (BPBD, Dinas Sosial PMDS, dan lainnya,” kata Tri Wahyuni saat menyampaikan pandangan umum fraksi Rabu (26/2/2020).

Ia juga mengutarakan tahun 2020 adalah tahun tenakhir pekajaan Proyek Multi Year, bagaimana perkembangan terhadap 7 paket dimaksud, sejauh mana perkembangan terkait penerapan E kinerja.

“Catatan lain, yaitu keluhan para Pedagang di Plaza Beningin terkait pungutan sampah, tetapi pengelolaan dari pihak terkait kurang maksimal. Gas LPJ mengalami kelangkaan dan sejauh mana pihak SOPD terkait mengatasinya, persiapan UN sejauh mana persiapan perangkat IT,” terannya.

Ditambahkannya, Permasalahan pada pesien BPJS terjadi pada peserta BPJS terdaftar di Puskmmas Baru tidak diperbolehkan untuk berobat di Puskmas Dusun Selatan.

“Ini jelas menyulitkan Peserta BPJS. Apakah bisa dipermudah dan berlaku merata di Barsel,”katanya

Selanjutnya tambah Tri Wahyuni, untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Kalteng di Buntok,  pihaknya mempertanyakan sejauhmana persiapan yang sudah dikerjakan.

“Demikian juga permasalahan sampah di Stadion Batuah agar dapat dihentikan penumpukannya 1 minggu sebelum Kegiatan MTQ diselenggarakan,” ujarnya.

Kemudian, keluhan masyarakat terutama rekanan dan lain lain  saat ingin menghadap atau menemui Plt. Kepala Dinas PUPR dan  sejauh mama titik terang terkait Lelang Proyek di Barsel di tahun 2020. Serta terdapat titian di pelabuhan pasar lama yang kondisinya memprihatinkan.

“Sementara itu terkait  dana hibah tidak luput dari catatan kita, kapan pencairannya , terutama untuk. Keagamaan dan rumah Ibadah. Selain Penerangan jalan umum, jelapat – Kartini, jalan Asam – Kalahien, yang tidak menyala, sedangkan semua pelanggan membayar dan semuanya butuh penjelasan, agar masyarakat mengetahuinya,” tandasnya. (rif).

Berita Terkait
<