

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pada kunjungan kerjanya ke Kabupaten Barito Timur (Bartim), Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyempatkan diri melihat langsung produksi beras Bartim yang diberi nama Gumi Nansarunai.
Pada kesempatan yang Gubernur juga meresmikan Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggiling padi modern, di desa Rodok, kecamatan Dusun Tengah, Barito Timur. Bantuan RMU senilai Rp 2 milyar ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Dengan adanya beras lokal kalteng maka kalteng, bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri jadi tidak perlu lagi membeli beras dari luar kalteng, sehingga Kalteng memiliki martabat,” ujar Gubernur.
Selain Kabupaten Bartim, ada tiga kabupaten lain yang menerima bantuan RMU yaitu Kabupaten Barito Selatan, Kapuas dan Pulang Pisau.
Pada kesempatan yang sama Bupati Barito Timur, Ampera A.Y. Mebas, mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih atas bantuan mesin penggilingan padi modern dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Kita harapkan kita bukan hanya penghasil gabah, tapi betul-betul kita akan menghasilkan beras yang ciri khasnya Bartim,” ujarnya.
Menurut Bupati, mesin penggilingan padi modern tersebut tidak akan digunakan untuk mencari keuntungan tapi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Bupati Ampera A.Y Mebas bahkan berjanji akan membeli gabah petani di atas harga rata-rata.
Barito Timur termasuk salah satu kabupaten yang menyumbang surplus beras bagi Provinsi Kalimantan Tengah. Pada 2019 lalu, Kabupaten Barito timur mengalami surplus produksi beras sekitar 2.200 ton. (via)