Home / Kotim

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 20:50 WIB

Aksi Perampokan Toko Ponsel Kuat Dugaan Rekayasa

Pelaku saat memberikan keterangan rekayasa kepada anggota Polsek Ketapang Jumat (11/10/2019) malam.

Pelaku saat memberikan keterangan rekayasa kepada anggota Polsek Ketapang Jumat (11/10/2019) malam.

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Jajaran Polisi Sektor (Polsek) Ketapang telah mengungkap kasus dugaan perampokan yang terjadi di Toko Ponsel Maitri Cell di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Jumat (11/10/2019) malam. Itu seiring dengan dilakukannya pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan keterangan penjaga toko berinisial AG (25) yang sebelumnya mengaku telah dirampok.

Dari hasil pemeriksaan terhadap saksi dan penjaga toko berinisial AG ini, terungkap bahwa aksi perampokan tersebut tidak ada, atau hanya rekayasa penjaga toko AG yang diduga hendak menggelapkan uang toko ponsel senilai Rp 47,5 juta.

Baca Juga :  PT BSP Diduga Garap Lahan Luar HGU

Kapolres Kotim AKBP M Rommel melalui Kapolsek Ketapang AKP Wiwin Junianto mengakui, bahwa awalnya ada laporan secara resmi dari penjaga toko berinisial AG yang menyebut telah dirampok seorang laki-laki dengan menodong senjata tajam jenis celurit. Namun setelah diselidiki anggota di lapangan terdapat kejanggalan.

“Ketika kita mintai keterangan AG ini, dia mengakui bahwa perampokan itu tidak ada terjadi. Ini diperkuat dari keterangan teman kemudian saksi lainnya,”ungkap Wiwin kepada awak media, Sabtu (12/10/2019) .

Wiwin menjelaskan, bahwa AG ini merupakan orang kepercayaan pemilik toko ponsel. Karena ia diberi tanggungjawab sepenuhnya mengelola toko ponsel tersebut. Diduga untuk menghilangkan uang tersebut, ia berpura-pura merekayasa kejadian supaya bisa mengambil uang bosnya.

Baca Juga :  Warga Basirih Hulu Tewas Kesetrum Listrik

“Sejauh ini pelaku AG ini masih kita periksa dan tahan. Karena kami masih mendalami kasusnya, jika terbukti nanti ia merekaya maka  dijerat pidana,” tandasnya.

Sementara itu sumber lainnya yang dihimpun Kalteng Ekspres.com di lapangan, disebut-sebut oknum AG ini nekat melakukan perbuatan itu karena kecanduan game online. Sedangkan ketika dimintai keterangan terkait kebenaran hal itu, yang bersangkutan tak bersedia bicara. (ar/hm)

Share :

Baca Juga

Kotim

Buaya Panjang 3 Meter Dekati Pemukiman Warga

Kotim

Warga Turut Sukseskan Rehab Musala Desa Bapinang 

Kotim

Kebakaran di Pasar Keramat, Diduga Disebabkan Korsleting Listrik

Kotim

Warga Ujung Pandaran Keberatan Direlokasi

Kotim

Renovasi Jembatan Handil Samsu Masih 60 Persen

Kotim

Tim Rescue Sisir Keberadaan Orangutan Basirih

Kotim

Satgas TMMD Kodim 1015 Sampit Bangun Pos Terpadu di Pulau Hanaut

Kotim

Dihantam Truk Tangki, Pelajar SMP Tewas Mengenaskan
error: Content is protected !!