Tokoh Masyarakat Nilai Pembangunan Mura Semakin Mundur

PURUK CAHU, KaltengEkspres.com – Meriahnya perayaan hari jadi Kabupaten Murung Raya (Mura) yang ke 17 tahun kali ini dimaknai banyak kalangan sebagai usia yang beranjak dewasa. Tentunya banyak harapan dan mimpi dari seluruh masyarakat terhadap dewasanya usia kabupaten yang terkenal kaya akan sumber daya alamnya ini.

Namun berbeda dengan apa yang disampaikan oleh H Ahmad Basri, salah satu tokoh masyarakat Murung Raya yang juga mengklaim sebagai salah satu pelaku dan saksi hidup tim pembentukan kabupaten paling hulu di DAS Barito ini.

“Sampai saat ini kehidupan masyarakat Mura belum sejahtera, malah sejak dipimpin bupati yang ada saat ini 6 tahun yang lalu malah semakin mundur, itu yang kami rasakan,” kata H Ibas sapaan akrab tokoh masyarakat ini kepada awak media, Kamis (1/8).

Sampai saat ini menurutnya, pemerintah yang ada tidak mampu membuka lapangan kerja, sehingga peluang bagi masyarakat yang produktif di kabupaten ini hampir tidak miliki harapan.

“Kearifan lokal masyarakat kita saat ini bergerak dibidang pertanian dan perkebunan, harusnya kebijakan pemerintah daerah saat ini harusnya bisa mengambil kebijakannya melalui program dan kegiatan,” ungkapan lagi.

Faktanya semakin hari masyarakat asli Murung Raya kondisinya semakin terkikis, apalagi banyak kebijakan pemerintah saat ini masih belum berpihak kepada masyarakat. “Sejak kabupaten ini lepas dari kepemimpinan Willy M Yoseph kondisinya semakin jauh dari kata sejahtera,” tutupnya. (yt/hm)