Mabuk Lem, Dua Bocah Diciduk Satpol PP Kobar

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kobar menciduk dua orang bocah berinisial M alias B (10) dan adiknya S alias U (6). Dua bocah cilik ini diciduk karena kedapatan menghisap aroma lem fox untuk dijadikan sebagai bahan memabukan, di sekitar Jalan Udan Said dekat Pasar Indra Sari Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Selasa (29/1/2019) tadi malam.

Kasatpol PP Kobar Majerum Purni ketika dikonfirmasi membenarkan, telah diamankannya kedua anak tersebut. Menurut dia, kedua anak ini diamankan menindaklanjuti keresahan masyarakat yang melaporkan bahwa di sekitar kawasan Pasar Indra Sari Kelurahan Baru telah terjadi aktivitas bocah yang mabuk lem fox.

“Mengetahui informasi ini anggota kita langsung melakukan patroli dan berhasil mengamankan kedua anak dibawah umur yang asyik menikmati aroma lem agar bisa mabuk,”ungkap Majerum.

Ia menjelaskan, kedua anak yang diamankan ini masih dibawah umur berinisial M alias B (10) dan adiknya S alias U (6). Kedua bocah ini merupakan warga Kelurahan Baru.

“Dari keduanya ini diamankan barang bukti dua kaleng kecil lem fox yang sudah dikemas dalam botol minuman mineral kecil serta plastik yang digunakan untuk menghirup aromanya. Saat ini keduanya telah diamankan di kantor untuk menjalani pemeriksaan dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” papar Majerum.

Sementara itu pantauan Kalteng Ekspres.com selain kedua bocah ini, orang tuanya juga dibawa ke Kantor Satpol PP Kobar untuk menggali keterangan mengenai aktivitas kedua anaknya tersebut.

Ketika dimintai keterangan bocah berinisial B mengatakan, ia sudah lupa berapa lama mulai menjadi penikmat aroma lem yang memabukkan tersebut.

“Sudah lupa. Tapi rasanya baru-baru ini saja saya mulai ngelem,” ujar B.

Ironisnya, B juga mengajak adiknya yang masih berusia 6 tahun yaitu U untuk sama-sama mabuk menghirup aroma lem tersebut.

Baca Juga :  Polda Kalteng Ciduk 20 Orang Pelaku Peti di Wilayah Kalteng

“Biasanya lem tersebut kami beli Rp 35 ribu per kaleng. Untuk membelinya, kami minta uang kepada orang-orang atau toko di sekitar pasar,” ujar B.

Sedangkan Y ibu kedua anak tersebut mengatakan, ia sama sekali tidak mengetahui bahwa anaknya memiliki kegemaran mabuk aroma lem.

“Namanya pekerjaan saya adalah pembantu rumah tangga pak. Setelah saya berangkat dari rumah sewaan, saya tidak tahu lagi apa yang dilakukan anak saya tersebut,” ungkapnya tadi malam. (aro)