Home / Kotim

Jumat, 27 Juli 2018 - 20:50 WIB

Dicecar Pertanyaan Pelanggaran PBS Nakal di Kalteng, Gubernur Tak Banyak Komentar

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melakukan lawatan kunjungan kerja ke Kabupaten Kotim, Jumat (27/7). Kedatangan orang nomor satu di Kalteng ini ke Kotim bersilaturahmi dengan warga Habaring Hurung.

Sayangnya, ketika dimintai keterangan terkait tindaklanjut hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR RI Senin (23/7) lalu, terkait pelanggaran PBS nakal yang berinvestasi di Kalteng khususnya di Kabupaten Kotim. Ia justru memilih tak banyak berkomentar.

Padahal, ia ditempo 30 hari untuk melakukan koordinasi dengan seluruh bupati dan walikota se-Kalteng. Terkait tindaklanjut pelanggaran peramahan hutan dan perizinan bermasalah perusahaan nakal tersebut.

“Kunjungan ke Kotim ini sekedar untuk menyapa masyarakat Kotim dan menjalin ikatan silaturahmi,”ujar Suganto kepada sejumlah awak media seusai salat Jumat berjamaah di Masjid Jami Jalan Iskandar Jumat (27/7).

Sementara ketika disinggung terkait perkembangan lanjutan RDP di DPR RI untuk melakukan penindakan tegas terhadap PBS yang melakukan pelanggaran perambahan hutan dan pelanggaran perizinan, Sugianto memilih tak banyak komentar. Ia hanya berucap belum tahu pasti perusahaan yang melakukan pelanggaran.

“Yang kita cabut saat ini hanya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah tidak beroperasi. Nah kalo untuk PBS perkebunan ada atau tidak nya kita belum tahu. Karena masih didata lagi,”ungkap Sugianto. (MR)

Share :

Baca Juga

Kotim

Kodim 1015 Sampit Umumkan Pemenang LKJ TMMD Reguler ke-109

Kotim

Peduli Rohingya, PMII Sampit Galang Dana

Kotim

Polres Kotim Musnahkan Sabu Senilai Rp 1 Miliar 

Kotim

Material Prasasti TMMD Dibawa Melewati Sungai Berbuaya 

Kotim

Rumah Warga Samuda Berkobar

Kotim

Ikut Cegah Peredaran Narkoba, Sikat Narkoba Sosialisasi ke Sekolah

Kotim

Gembong Pengedar Sabu dan Zenit di Parenggean Dibekuk Polisi

Kotim

Narkoba Perebut Masa Depan Anak Bangsa
error: Content is protected !!