Tanggapi Kritikan Darwan Ali, Sudarsono Sebut Biar Masyarakat Yang Menilai

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com -Kritikan mantan Bupati Seruyan dua priode H. Darwan Ali beberapa waktu lalu yang menyebut selama lima tahun terakhir, kinerja Pemkab Seruyan tidak memiliki kemajuan. Terutama dari segi pembangunan yang dinilainya jalan ditempat, menuai tanggapan dari Sudarsono. 

Calon Bupati Seruyan ini mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai sendiri pembangunan yang ia lakukan selama lima tahun terakhir dibawah kepemimpinannya sebagai Bupati Seruyan. 

“Intinya saya serahkan ke masyarakat untuk menilainya. Hanya perlu diketahui, saat ini kita aspal dari lingkar luar menuju Pelabuhan Sigintung dengan dana Rp. 42 miliar, kemudian lingkar luar ke dalam dibandara itu ada Rp. 12 miliar, dipasar kita sudah lapisi aspal hotmik, terus beberapa tahun yang lalu kita aspal lingkar luar karena pembangunan lingkar luar ini merupakan hamparan pertanian masyarakat, jadi bukan tidak ada pembangunan, tapi memang kita tidak pusatkan pembangunan di Kuala Pembuang,”ungkap incumben ini saat dikonfirmasi awak media seusai kampanye Akbar di Kuala Pembuang, Sabtu (23/6/2018).

Ia menjelaskan, dirinya lebih mengutamakan pembangunan jalan dan jembatan. Kemudian perlu dipahami, dengan dana yang ada membutuhkan waktu dan proses atau tidak instan. 

“Sekarang itu mulai dari nol sampai dengat hotmix hampir Rp. 4 miliar satu kilometer, sementara jalan kita Kuala Pembuang sampai Suling Tambun sekitar 500 kilometer, dan anggaran kita sekitar Rp.150 miliar di PU kalau dihitung ini tidak menjadikan  apa-apa,” katanya. 

Kendati demikian ia bersyukur dengan keberhasilan  bahwa pemerintah secara administrasi dan laporan keuangan yang baik sehingga Seruyan dapat reward dari pemerintah pusat, makanya bisa dibandingankan, tahun 2017 DAK untuk jalan Rp. 35  miliar  dan 2018 Rp. 79 miliar.

Kemudian dari Provinsi tahun 2017 Rp. 12 miliar 2018 sekitar Rp 90 miliar yang diglontorkan untuk pembangunan jalan kita diSeruyan, artinya banyak sekali perkembang yang didapat kita di Seruyan ini. Tapi kalau kritik kita dari manapun kita terima, tapi kalau pakta kita bicara pakta sekarang ini.

“Temasuk ada orang yang bilang itu kata siapa, pertumbuhan kita naik. ini kata BPS, yang merupakan satu-satunya badan yang reami dipakai pemerintah untuk mempetakan pertumbuhan kita se Indonesia dan ini fakta,”ujarnya.

Menurut Sudarsono, dirinya berprinsip bagaimana perencanaan jangka panjang Seruyan mulai Kuala Pembuang sampai Suling Tambun di buat satu-kesatuan yang pada akhirnya seluruh kekayaan Seruyan bisa mengalir ke Kuala Pembuang, dan Pelabuhan  Segintung bisa fungsikan sebagaimana rencana semula sebagai pintu gerbang masuk barang maupun keluar barang dari komoditas daerah.

“Kalau itu terjadi, maka disitu lah baru bisa kita lihat menggeliatnya pertumbuan ekonomi masyarakat kita karena orang banyak kesini, jadi kalau tidak dikonsep jangka panjang itu tidak bisa, jadi membangun itu tidak bisa instan, melainkan kita harus fokus,”paparnya. (vs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here