Home / Daerah / Katingan

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:35 WIB

Paslon Pilkada Diminta Tidak Sebarkan Isu Sara dan Berita Hoax

KASONGAN, Kaltengekspres.com – Semua pasangan calon (paslon) serta tim pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Katingan, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Katingan tahun 2018 diminta untuk tidak menyebarkan isu SARA dan berita hoax selama pelaksanaan pilkada berlangsung.

Pada pergelaran Deklarasi Pilkada Damai Kabupaten Katingan tahun 2018 di lapangan Sport Center Kasongan, Minggu (18/2/2018) semua paslon beserta tim pemenang mengahadiri deklarasi.

Baca Juga :  Penyelesaian Pembangunan Akses Jalan Penghubung Harus Diprioritaskan

“Saya minta agar seluruh paslon dan tim pemenang supaya tidak menyebar isu Sara serta berita Hoax selama perjalanan pilkada berlangsung,” ucap Ketua KPU Katingan Sapta Tjita

Sapta.

Dikatannya, pada pilkada 2018 kampanye dapat dilakukan melalui kan media sosial (medsos), oleh sebab itu agar seluruh paslon dan masing-masing tim pemenang dapat menjaga keamanan selama tahapan pilkada.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Kesiapan Pihak RSUD Mas Amsyar

Hal senada Kapolres Katingan, AKPB Ivan Adhityas Nugraha S.I.K juga menyampaikan supaya tidak sekali-sekali menyebarluaskan berita yang kurang berkenan.

“Jika memang ada hal yang tidam berkenan sampaikan kepada pihak yang berwenang, agar bisa ditindak lanjuti dan laporan tersebut akan diteliti. Selain itu juga pintarlah dalam menggunakan media sosial, jangan sampai menyebarkan berita hoax,” tambahnya
.(Ejk)

Share :

Baca Juga

Katingan

Pastikan Situasi Aman, Kabag Ops Polres Katingan Cek Pengaman KPU dan Banwaslu 

Kotim

Didor Oknum Aparat, Dua Warga Tangar Tersungkur

Pulang Pisau

Tukang Bangunan Ditemukan Tewas Membusuk di Gubuk

Kotim

Miris, Makam Dikelilingi Kebun Sawit PT KIU

Kobar

RSUD Imanuddin Siapkan 20 Kamar Bagi Pasien Virus Corona

Kobar

Beri Kemudahan ASN, Bank Kalteng Pasang Mesin ATM di Setda Kobar

Barito

Dua Orang Pingsan Disambar Petir Saat Acara Pisah Sambut Pergantian Tahun

Kobar

Hasil Rapid Test Reaktif, Kuat Dugaan ABK Asal Semarang Meninggal karena Corona