Terkendala Cuaca, Nelayan Seruyan Enggan Melaut

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com
Nelayan di kawasan pesisir pantai Kabupaten Seruyan,  sampai saat ini belum berani melaut karena keadaan cuaca yang tidak memungkinkan di wilayah laut kabupaten tersebut. Salah seorang nelayan pesisir Seruyan bernama Isur mengatakan, cuaca tak menentu cenderung buruk sudah terjadi sejak beberapa pekan terakhir.

“Cuaca sedang tidak bersahabat. Selain gelombang tinggi, di laut sering hujan disertai angin kencang sehingga banyak nelayan tidak berani melaut,” katanya ditemui di Pasar Saik Kuala Pembuang, Senin (29/01/2018).

Menurut Isur yang sudah puluhan tahun menjadi nelayan, berdasarkan pengalaman yang ada, cuaca buruk seperti sekarang memang sering terjadi di awal tahun dan akan terus berlangsung hingga Maret.

“Terkadang saat tertentu cuaca baik atau teduh yang bisa dimanfaatkan untuk melaut. Tapi itu juga biasanya tidak lama,” ujarnya.

Nelayan asal Desa Sungai Undang Kecamatan Seruyan Hilir ini menambahkan, selama tidak melaut dan menunggu cuaca kembali normal, sebagian besar nelayan di pesisir “Bumi Gawi Hatantiring” mengisi waktu luang dengan membersihkan atau memperbaiki kapal serta jaring ikan.

Selain itu, banyak pula nelayan yang beraktivitas menangkap ikan di sungai-sungai terdekat untuk bertahan hidup.

“Kemudian ada juga yang merawat kebun dan ternak serta mencari kepiting selama tidak melaut,”paparnya.

Sementara salah satu penjual ikan di Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang, Yati mengaku, selama beberapa pekan terakhir pasokan ikan laut dari nelayan setempat telah berkurang. Kalau biasanya ikan laut yang tersedia jenis dan jumlahnya cukup banyak seperti Kakap Merah, Kerapu, Kembung, Tenggiri hingga Bulu-Bulu.

Saat ini, ikan laut yang dijual di pasar hanya ikan laut jenis Senangin dan Tongkol serta udang laut. Itu pun jumlahnya sangat sedikit. Selebihnya ikan yang dijual pedagang adalah ikan sungai atau ikan tambak seperti Gabus, Bandeng, Nila, Patin, bawal tambak dan udang sungai. Berkurangnya pasokan ini membuat harga ikan dan udang mengalami kenaikan berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilogramnya untuk setiap jenisnya.

“Warga sebenarnya lebih memilih ikan laut kalau memang ada ikan laut, tapi karena pasokan sedikit dan jenisnya juga tidak banyak, jadi mereka akhirnya membeli ikan sungai,”tandasnya. (vs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here