Home / Seruyan

Minggu, 22 April 2018 - 07:21 WIB

Gudang Mesin di Kuala Pembuang Membara

KUALA PEMBUANG, KaltengEkspres.com – Sebuah gudang mesin milik H Ono di Jalan Ais Nasution Kuala Pembuang (Kampung fatimah) habis terbakat. Diduga kebakaran ini dipicu karena puntung roko yang dibuang oknum warga disekitar lokasi, Sabtu (21/4/2018) malam. 
Salah seorang petugas Damkar Seruyan mengatakan, saat mereka tiba dilokasi kejadian api sudah membesar dan merambat diseluruh sisi bangunan yang sudah cukup rapuh.

“Menurut keterangan warga, diduga penyebab kebakaran diakibatkan puntung rokok,” ujarnya yang minta namanya tidak dipublik.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman itu membutuhkan waktu setengah jam, dengan mengerahkan dua buah mobil pemadam kebakaran. 

Baca Juga :  DKPP Seruyan Dorong Petani Kembangkan Cabai
“Pemadaman ini cukup lama, karena terkendalanya jarak yang cukup jauh dan padatnya warga yang melihat di lokasi kejadian,”terangnya. 

Sementara salah seorang warga bernama Imah mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.55 WIB, sehabis salat isya, sedangkan untuk penyebab kebakaran ia tidak tahu pasti. 

“Gudang itu biasanya digunakan untuk menyandarkan kapal. Kalau sudah malam, gudang tersebut kadang digunakan oleh oknum remaja untuk nongkrong dan berpacaran,”ungkapnya.

Sementara itu dalam peristiwa kebakaran ini tidak mengenai rumah warga, karena lokasi bangunan yang berada diatas sungai dan berjauhan dari pemukiman penduduk sehingga tidak ada bangunan lain yang terkena. (vs) 

Share :

Baca Juga

Seruyan

Pengedar Sabu Diringkus Polisi Saat Bertransaksi

Seruyan

Pemkab Seruyan Targetkan PAD 2019 Sebesar Rp 124 Miliar

Seruyan

Bedil Warga, Concong Diringkus Polisi

Seruyan

Berbekal 6 Partai Pendukung, Pasangan Sudarsono Khairil Yadi Mendaftar ke KPU

Seruyan

Peningkatan RSUD Hanau Terkendala Dana dan SDM

Seruyan

Mobil Camat Hanau Bermuatan Lima Penumpang Terbalik

Seruyan

Bukti Sosial, Polres Seruyan Bedah Rumah Warga Kurang Layak Huni

Seruyan

Polres Seruyan Ungkap Dua Kasus Illegal Logging Selama Operasi Wanalaga